Bamsoet Dukung Transformasi Pertanian: Hilirisasi Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Bamsoet Dukung Transformasi Pertanian: Hilirisasi Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Fajarasia.id – Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan dukungannya terhadap terobosan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam melakukan transformasi pertanian. Menurutnya, langkah berani Mentan bukan sekadar wacana, melainkan strategi nyata yang mampu memperkuat kedaulatan pangan sekaligus menciptakan jutaan lapangan kerja baru.

“Inisiatif Kementerian Pertanian dalam mengkreasi kebijakan solutif sangat layak dicermati dan dijadikan contoh. Hilirisasi produk pertanian terbukti mampu menciptakan hingga delapan juta lapangan kerja baru. Ini jawaban konkret di tengah ancaman pengangguran,” ujar Bamsoet, Sabtu (27/12).

Bamsoet menilai konsistensi Mentan Amran dalam mendorong hilirisasi produk pertanian merupakan langkah strategis yang berdampak langsung pada akar rumput. Dengan investasi senilai Rp371 triliun, Kementan fokus pada 14 komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kelapa, tebu, kakao, kopi, lada, pala, jambu mete, hingga gambir.

Inisiatif ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan nilai tambah hingga ratusan kali lipat, tetapi juga menyerap sekitar 8,6 juta tenaga kerja.

Dalam catatan akhir tahun 2025, Bamsoet menyoroti tantangan multidimensional yang dihadapi bangsa: bencana ekologis di Sumatera yang berdampak pada 3,3 juta jiwa, pelemahan daya beli masyarakat, serta angka pengangguran yang mencapai 7,28 juta orang menurut data BPS.

Sektor UMKM dan manufaktur pun tertekan akibat gempuran produk impor ilegal. Karena itu, Bamsoet menekankan perlunya sinergi antar kementerian teknis untuk menciptakan lapangan kerja dan melindungi pasar domestik.

“Inisiatif Mentan dalam mendorong produktivitas sekaligus memerangi penyelundupan adalah kombinasi solutif untuk mereduksi kompleksitas persoalan sekarang,” tegasnya.

Mentan Amran sebelumnya menegaskan bahwa hilirisasi pertanian adalah jalan menuju kemandirian.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan kekayaan alam keluar dalam bentuk mentah. Hilirisasi pertanian adalah kunci kemandirian,” ujarnya.

Dengan membangun pabrik pengolahan di dekat sentra produksi, Indonesia diyakini mampu menciptakan nilai tambah berkali lipat dan memastikan pertumbuhan ekonomi dari bawah.

Langkah ini, menurut Amran, sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen terhadap Pasal 33 UUD 1945 sebagai fondasi ekonomi nasional.

Bamsoet berharap di tahun 2026 para pembantu Presiden semakin kreatif menggagas inisiatif baru demi memperkuat ekonomi nasional. Transformasi pertanian yang digagas Kementan diyakini menjadi salah satu motor utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Pos terkait