Fajarasia.id — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah insiden saling tembak di Selat Hormuz. Peristiwa ini memunculkan spekulasi apakah perang resmi kembali pecah di Timur Tengah.
Media Iran melaporkan sistem pertahanan udara di Teheran barat kembali diaktifkan, sementara militer Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak. Sebagai balasan, pasukan Iran menargetkan kapal militer Amerika.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm, Provinsi Hormozgan, saat baku tembak berlangsung. Meski demikian, pihak Israel menyatakan tidak mengetahui adanya serangan tersebut.
Presiden AS Donald Trump menyebut serangan Iran sebagai “sentuhan kasih sayang” dan menegaskan gencatan senjata masih berlaku. Namun, ia juga mengklaim tiga kapal perusak AS berhasil melintas di bawah tembakan Iran tanpa kerusakan, bahkan menjatuhkan rudal dan drone lawan.
Trump kemudian mengancam serangan lebih brutal jika Iran tidak segera menandatangani kesepakatan. Meski demikian, ia tetap menyebut gencatan senjata masih berlaku, menilai insiden tersebut sebagai “hal sepele.”
Situasi ini menambah ketidakpastian di kawasan, dengan gencatan senjata yang dipertanyakan dan potensi eskalasi konflik semakin terbuka.****





