Fajarasia.id – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Sung Y. Kim memastikan, negaranya ingin memaksimalkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Menurutnya, peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan oleh kedua negara, telah berjalan baik dari 74 tahun terakhir.
“Kita telah menyaksikan peningkatan hampir 50 persen dalam perdagangan dua arah, dan AS menjadi investor terbesar kelima di Indonesia. AS kini menjadi pasar ekspor terbesar kedua bagi Indonesia, indikator-indikator ini menandakan kemitraan ekonomi yang semakin mendalam,” kata Kim seperti siaran pers yang diterima rri.co.id, Rabu (25/10/2023)
Saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Investasi AS-Indonesia Tahunan, pada Selasa (24/10/2023) di Jakarta, Kim menjelaskan, peningkatan kerja sama ekonomi itu dapat dilakukan melalui dua platform (wadah), yang telah diluncurkan oleh kedua negara. Yaitu, melalui Indo-Pacific Economic Framework atau Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) dan Just Energy Transition Partnership atau Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP).
“IPEF merupakan kerangka kerja ekonomi regional pertama yang menangani prioritas-prioritas penting, seperti ketahanan rantai pasokan, fasilitasi perdagangan, dan transisi energi ramah lingkungan. Dengan memiliki 60 persen populasi dunia, kawasan Indo-Pasifik diproyeksikan menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan global selama 30 tahun ke depan,” ujarnya.
“Mitra IPEF mendambakan lingkungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat yang akan memacu pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan inovasi di seluruh wilayah Indo-Pasifik. Demikian pula, JETP merupakan landasan lain dari upaya kolaboratif kami,” ujar Dubes AS untuk Indonesia ini.
“Inisiatif penting senilai 20 miliar dolar AS ini berkomitmen untuk membantu Indonesia mencapai tujuan iklimnya yang ambisius. Dan, melakukan transisi menuju sumber energi yang bersih dan terbarukan”.
Kim menjelaskan, Amerika Serikat dan Kelompok Mitra Internasional memandang dukungan keuangan melalui JETP sebagai uang muka transisi Indonesia. “Khususnya, ketika Indonesia menetapkan jalurnya melalui Rencana Investasi dan Kebijakan Komprehensif untuk meningkatkan lingkungan pendukung guna menarik investasi swasta dalam skala besar mendukung transisi,” ucapnya.
Kim memastikan AS siap memperluas kerja sama dengan Indonesia, khususnya di sektor ekonomi. Terutama, saat hubungan diplomatik kedua negara memasuki usia 75 tahun pada 2024 mendatang.
“Kami menantikan kerja sama yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang memaksimalkan potensi bersama dari masyarakat. Dan, bisnis kedua negara untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar di tahun-tahun mendatang,” kata Kim. ****





