Fajarasia.id – Deretan truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta belakangan kerap mengular di Jalan Siliwangi menuju TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Kondisi ini memicu kemacetan panjang sekaligus mengganggu aktivitas warga sekitar.
Sejak longsor melanda salah satu zona aktif pada Maret 2026, operasional TPST Bantargebang mengalami penyesuaian. Truk pengangkut sampah kini harus menunggu lebih lama karena adanya pembatasan titik buang, kuota ritasi, serta pemeriksaan jalur operasional demi keselamatan.
Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa kuota ritasi dibatasi sekitar 700 per hari, dibagi ke dalam tiga shift. Jumlah titik buang juga dikurangi dari lima menjadi empat. “Prinsipnya safety first, agar tidak terjadi pergeseran material sampah,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Selain itu, sistem lalu lintas internal diperketat dengan penempatan petugas di titik krusial. Operasional titik buang bahkan dapat dihentikan sementara saat hujan deras. Di lapangan, warga mengeluhkan bau menyengat dan jalan licin akibat air lindi yang menetes dari truk sampah.
Meski antrean kendaraan masih terjadi, DLH memastikan proses pengangkutan sampah tetap terkendali. Penguatan lereng dan perbaikan infrastruktur di kawasan TPST Bantargebang terus dilakukan sebagai bagian dari pemulihan pasca longsor.***





