Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade, meninjau jembatan putus di Malalak, Kabupaten Agam, Sumbar, Minggu (7/12/2025). Jembatan rusak akibat banjir bandang ini disebut sebagai akses vital warga.
Andre mendorong pemerintah pusat ikut turun tangan karena APBD Sumbar dinilai terlalu kecil untuk menutup kebutuhan. Ia menyebut ada 10 ruas jalan putus dan jembatan sepanjang 80 meter yang harus segera ditangani.
“Harus ada diskresi Menteri PU agar pusat bisa tangani. Estimasi awal Rp 100 miliar, tapi bisa sampai Rp 400 miliar,” kata Andre.
Selain jembatan, tercatat 8 titik longsor berat dan 3 box culvert hancur total. Kerusakan lahan warga juga meluas hingga 6 km dari pusat longsor.
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan BUMN siap mendukung percepatan rehabilitasi. Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menyebut penanganan darurat segera dimulai, sementara perbaikan permanen bisa makan waktu hingga 8 bulan.
Mobilitas warga masih terganggu, terutama menuju Pasar Malalak. Jalur alternatif lewat Simpang Tiga Malalak sudah mulai dibuka, tapi belum sepenuhnya normal.





