Fajarasia.id — Pengembangan tambang mineral bawah tanah Proyek Hu’u di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), memasuki babak baru. PT Sumbawa Timur Mining (STM) telah menyerahkan Laporan Studi Kelayakan (Feasibility Study) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk dievaluasi secara komprehensif.
Penyerahan dokumen studi kelayakan tersebut mencerminkan peningkatan keyakinan atas potensi sumber daya mineral di kawasan Kontrak Karya, sekaligus upaya memitigasi risiko teknis operasi tambang dalam.
Head of Communications PT STM Cindy Elza mengungkapkan, pengembangan proyek ini berhadapan dengan serangkaian tantangan teknis kompleks, mulai dari kedalaman deposit mineral, tingginya suhu di bawah permukaan bumi, hingga kondisi air tanah dalam. Kendati demikian, kajian tersebut juga memetakan potensi penggunaan energi terbarukan berbasis panas bumi (geothermal) di wilayah kerja perusahaan sebagai penopang operasional masa depan.
Saat ini, kegiatan eksplorasi fisik di lapangan dihentikan sementara sejak 27 Juni 2026 sembari menunggu proses perpanjangan izin eksplorasi dari pemerintah pusat. Meski aktivitas eksplorasi tengah rehat, kegiatan pemantauan lingkungan, perawatan aset, serta program pemberdayaan masyarakat tetap berjalan.
Perusahaan terus mengintensifkan koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah pusat dan daerah agar evaluasi perizinan berjalan lancar. Penyelesaian evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan bagi Proyek Hu’u untuk kembali beroperasi penuh dan memberikan kontribusi ekonomi nyata bagi daerah.****





