Fajarasia.id — Markas Besar TNI memberikan klarifikasi resmi terkait pergerakan personel militer dalam jumlah besar ke wilayah DKI Jakarta. Pihaknya menegaskan bahwa penebalan pengamanan tersebut berada dalam koridor operasi rutin dengan status kesiapsiagaan level terendah.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menjelaskan, mobilisasi pasukan dari tiga matra ini masuk dalam kategori Siaga 3. Dalam hierarki militer, status ini merupakan tingkat kesiagaan paling dasar di mana seluruh aktivitas satuan tetap berjalan normal.
Pada tingkatan Siaga 3, prajurit menjalankan fungsi harian seperti biasa dengan pembatasan operasional tertentu, salah satunya kewajiban tetap berada di wilayah tugas dan tidak diizinkan keluar kota.
Sebagai pembanding, hierarki militer menempatkan Siaga 2 untuk pemantauan ketat sebagian kekuatan, serta Siaga 1 untuk respons darurat penuh, seperti konflik regional atau kesiapan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB).
Meskipun laporan lapangan mencatat pengerahan signifikan dari unsur Angkatan Laut dan matra lainnya, Mabes TNI menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional menjaga keutuhan NKRI dan melindungi segenap bangsa. Pihaknya tidak merinci secara rinci jumlah personel maupun mengonfirmasi keterkaitan pengerahan pasukan dengan potensi aksi demonstrasi dalam waktu dekat.****





