Lantik 154 Kades Termasuk Kades Kedungpengawas, Bupati Bekasi Ingatkan Bahaya Korupsi

Lantik 154 Kades Termasuk Kades Kedungpengawas, Bupati Bekasi Ingatkan Bahaya Korupsi

Fajarasia.id – Sebanyak 154 kepala desa (kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Bekasi resmi dilantik oleh Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, termasuk Kepala Desa Terpilih Desa Kedungpengawas Hj Siti Rodiah pada Rabu (4/11/2026).

Dalam pelantikan yang berlangsung di Kompleks Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Asep langsung memberikan peringatan tegas kepada seluruh kepala desa agar menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan, terutama dalam pengelolaan keuangan desa.

Ia menegaskan, jabatan kepala desa bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab selama masa jabatan delapan tahun.

“Jaga amanah dan integritas. Jalankan tugas dengan jujur, transparan, dan akuntabel. Hindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang dan korupsi,” tegas Asep dalam sambutannya.

Menurut Asep, pengelolaan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), serta seluruh aset milik desa harus dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia mengingatkan agar setiap anggaran yang dikelola pemerintah desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menjadi sumber persoalan hukum akibat penyalahgunaan kewenangan.

“Pastikan pengelolaan dana desa, alokasi dana desa, serta aset desa dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain menekankan tata kelola keuangan, Asep meminta para kepala desa memprioritaskan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

Sejumlah sektor yang perlu menjadi perhatian meliputi penanganan kemiskinan, peningkatan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga perbaikan kualitas pelayanan publik.

Ia juga meminta para kepala desa tidak hanya bekerja dari balik meja pemerintahan, tetapi aktif turun ke lapangan untuk mendengarkan dan menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Jadilah pemimpin yang responsif terhadap kebutuhan warga,” katanya.

Asep turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan setelah kontestasi Pilkades berakhir. Menurut dia, perbedaan pilihan politik dan dukungan selama pemilihan tidak boleh terbawa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Ia meminta seluruh kepala desa merangkul semua kelompok masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.

“Alhamdulillah Pilkades telah selesai, saatnya kita kembali bersatu dan merangkul seluruh elemen masyarakat. Tidak ada lagi perbedaan pilihan atau kelompok pendukung. Mulai hari ini, saudara adalah kepala desa bagi seluruh warga tanpa membeda-bedakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Asep meminta para kepala desa memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi agar program pembangunan desa berjalan selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Ia menilai desa memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan Kabupaten Bekasi. Karena itu, kepemimpinan di tingkat desa harus mampu menghadirkan inovasi dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Asep menegaskan, pelantikan tersebut bukanlah akhir dari proses demokrasi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk membuktikan kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata.

“Amanah masyarakat yang dipercayakan kepada Saudara merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan selama masa jabatan delapan tahun ke depan,” imbuhnya.

Ia berharap 154 kepala desa yang baru dilantik mampu menjalankan pemerintahan secara bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Bekasi yang semakin maju dan sejahtera.****

Pos terkait