Ekspor Sarang Burung Walet RI ke China Tertahan, Barantin Gencarkan Diplomasi

Ekspor Sarang Burung Walet RI ke China Tertahan, Barantin Gencarkan Diplomasi

Fajarasia.id  — Ekspor sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok hingga kini masih mengalami kendala. Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus mengupayakan jalur diplomasi dan negosiasi intensif agar otoritas Negeri Tirai Bambu kembali membuka akses pasar bagi para pelaku usaha Tanah Air.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menyampaikan, pihaknya tengah berkomunikasi secara intensif dengan General Administration of Customs of China (GACC). Langkah ini ditempuh guna memulihkan izin ekspor sejumlah perusahaan yang sebelumnya ditangguhkan oleh Tiongkok.

“Kami sedang melakukan diplomasi, perundingan, cocok-cocokan dengan GACC China, agar perusahaan-perusahaan kita ini ada yang dibuka kembali, atau ada yang baru bisa masuk lagi,” ujar Karding, Rabu (4/11/2026).

Selain negosiasi bilateral, Barantin memperketat sistem pengawasan karantina di dalam negeri. Pengetatan ini dilakukan untuk memastikan standar mutu tetap terjaga sekaligus mencegah bertambahnya jumlah eksportir yang terkena sanksi pembekuan izin (suspend) oleh pihak Tiongkok.

“Kami juga memperketat pengawasan di sini, supaya tidak ada lagi perusahaan yang terkena ban di luar 38 perusahaan yang saat ini sudah ditangguhkan,” jelas Karding.

Sebelumnya, otoritas bea cukai Tiongkok membekukan izin ekspor 38 perusahaan sarang burung walet asal Indonesia akibat ditemukannya kandungan aluminium yang melebihi ambang batas ketentuan sebesar 100 ppm. Hingga saat ini, Barantin mencatat belum ada perubahan status secara resmi terkait penangguhan tersebut.****

Pos terkait