Fajarasia.id – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 diperkirakan mencapai 5,2–5,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Proyeksi tersebut didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan aktivitas produksi, investasi, dan konsumsi domestik masih bergerak positif.
Peneliti GREAT Institute Adhamaski Pangeran mengatakan, perkembangan ekonomi sepanjang Juli hingga September 2026 memperlihatkan ketahanan fundamental ekonomi nasional di tengah ketidakpastian kondisi global.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026), Adhamaski menjelaskan bahwa salah satu penopang pertumbuhan berasal dari sektor manufaktur yang masih menunjukkan ekspansi.
Hal itu tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Bank Indonesia yang mencapai 52,28 dan PMI S&P Global sebesar 52,4. Kedua indikator tersebut berada di atas angka 50, yang menandakan aktivitas manufaktur masih berada dalam zona ekspansi.
Selain sektor industri, realisasi investasi juga memberikan kontribusi terhadap prospek pertumbuhan ekonomi. Investasi tercatat meningkat 7,6 persen menjadi Rp528,7 triliun.
Penguatan aktivitas investasi tersebut turut tercermin dari pertumbuhan kredit investasi sebesar 23,20 persen dan kredit modal kerja sebesar 11,89 persen.
Menurut Adhamaski, peningkatan pembiayaan tersebut menunjukkan adanya dukungan terhadap kegiatan usaha, pengembangan kapasitas produksi, serta aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Dari sisi mobilitas masyarakat, sektor pariwisata juga memperlihatkan perkembangan positif. Perjalanan wisatawan nusantara tumbuh 9,28 persen, sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 4,63 persen.
Peningkatan mobilitas tersebut dinilai turut menggerakkan sektor pariwisata, transportasi, perdagangan, dan berbagai kegiatan jasa yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat.
Berdasarkan sejumlah indikator tersebut, GREAT Institute menilai perekonomian Indonesia masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Adhamaski juga mempertahankan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional hingga akhir 2026.
“Berbagai indikator tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap resilien. Dengan perkembangan ini, GREAT Institute mempertahankan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 akan mencapai 5,3–5,6 persen,” kata Adhamaski.
Meski demikian, perkembangan investasi, aktivitas industri, dan daya beli masyarakat tetap menjadi faktor penting yang perlu dijaga agar momentum pertumbuhan ekonomi nasional dapat berlanjut hingga akhir tahun.****





