Diduga Berselisih dengan Presiden, Wapres Tanzania Mundur

Diduga Berselisih dengan Presiden, Wapres Tanzania Mundur

Fajarasia.id  – Keputusan mengejutkan datang dari Tanzania. Wakil Presiden Emmanuel Nchimbi mengundurkan diri dari jabatannya setelah kurang dari 10 bulan menjabat. Pengunduran diri tersebut muncul di tengah kabar keretakan hubungannya dengan Presiden Samia Suluhu Hassan.

Nchimbi mengumumkan keputusannya melalui surat singkat yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada 25 Agustus 2026. Ia menyatakan mundur dari jabatan wakil presiden sekaligus mengakhiri kariernya di dunia politik dan pelayanan publik.

Mengutip laporan sejumlah media internasional, termasuk Reuters dan BBC, keputusan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah dugaan perselisihan internal di pemerintahan Tanzania.

Dalam pernyataannya, Nchimbi mengaku telah meyakini bahwa Presiden Samia menginginkan perubahan posisi wakil presiden. Karena itu, ia memilih memenuhi janji yang pernah disampaikannya sebelum menduduki jabatan tersebut.

“Saya telah meyakini, tanpa keraguan sedikit pun, bahwa presiden menginginkan perubahan. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk memenuhi janji saya,” demikian pernyataan Nchimbi.

Ia sebelumnya berjanji akan mengundurkan diri apabila Presiden Samia menghendaki sosok lain untuk mendampinginya dalam pemerintahan.

Pemerintah Tanzania mengonfirmasi telah menerima dan menyetujui pengunduran diri tersebut. Nchimbi dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya secara resmi pada 4 September 2026.

Keputusan itu terbilang mengejutkan karena Nchimbi baru dilantik sebagai wakil presiden pada 3 November 2025. Ia sebelumnya merupakan pasangan Samia dalam pemilihan presiden Tanzania pada Oktober 2025.

Dalam pemilihan tersebut, Samia dinyatakan menang dengan perolehan hampir 98 persen suara. Namun, proses pemilu diwarnai kontroversi, termasuk tidak diikutsertakannya sejumlah tokoh oposisi dan gelombang demonstrasi yang berujung bentrokan berdarah.

Hasil penyelidikan resmi pemerintah menyebut sedikitnya 518 orang meninggal dunia dalam kerusuhan pascapemilu. Sementara itu, kelompok oposisi dan organisasi hak asasi manusia menyoroti dugaan tindakan represif aparat keamanan terhadap para demonstran.

Kabar keretakan hubungan Nchimbi dan Samia semakin menguat setelah sejumlah pernyataan politik Nchimbi menjadi sorotan dalam beberapa pekan sebelum pengunduran dirinya.

Salah satu isu yang mencuat adalah desakannya agar masyarakat Tanzania memperjuangkan konstitusi baru. Ia menilai pembaruan konstitusi diperlukan untuk memperkuat perlindungan hak asasi manusia, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta memperkokoh demokrasi.

Nchimbi bahkan menyampaikan bahwa perubahan konstitusi seharusnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga menjamin martabat dan hak setiap warga negara.

Pernyataan tersebut dilaporkan memicu kritik dari sejumlah kalangan di partai penguasa, Chama Cha Mapinduzi (CCM).

Meski demikian, pemerintah tidak secara resmi menyebut perselisihan politik sebagai alasan pengunduran diri Nchimbi. Dalam keterangannya, pihak kepresidenan hanya mengonfirmasi penerimaan surat pengunduran diri tanpa menguraikan penyebabnya.

Sebelum menjabat wakil presiden, Nchimbi bukan sosok baru dalam politik Tanzania. Ia pernah menduduki posisi Sekretaris Jenderal CCM dan sejumlah jabatan strategis pemerintahan, termasuk Menteri Informasi serta Menteri Dalam Negeri.

Ia juga pernah dipercaya menjadi Duta Besar Tanzania untuk Brasil dan Mesir.

Dalam pernyataan pengunduran dirinya, Nchimbi menyampaikan terima kasih kepada Presiden Samia, Partai CCM, serta masyarakat Tanzania atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan selama menjalankan tugas pemerintahan.

Ia menegaskan keputusannya diambil sesuai ketentuan konstitusi dan menyatakan tetap akan menjadi warga negara yang baik.

Pengunduran diri Nchimbi menjadi salah satu perkembangan politik penting di Tanzania. Peristiwa ini juga memunculkan perhatian terhadap dinamika hubungan antara presiden dan wakil presiden, terutama di tengah perdebatan mengenai reformasi konstitusi, demokrasi, dan kebebasan sipil di negara Afrika Timur tersebut.****

Pos terkait