Fajarasia.id – Seorang wisatawan asal China, Xu Li, melaporkan kehilangan perhiasan yang ditaksir bernilai 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 178 juta saat berlibur di Bali. Barang berharga tersebut diduga hilang ketika koper miliknya ditinggalkan di dalam mobil travel.
Laporan kehilangan itu diterima Polres Buleleng pada 6 Oktober 2026. Polisi kini menyelidiki kasus tersebut dan akan berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah yang diduga menjadi lokasi kejadian.
“Laporan sudah kami terima di Polres Buleleng. Untuk lokasi kejadian sebenarnya diduga berada di wilayah Denpasar Selatan sehingga penyelidikan akan dikoordinasikan dengan kepolisian setempat,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz.
Yohana menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika Xu Li bersama tujuh wisatawan asal China dijemput dari sebuah hotel di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, pada Senin (5/10/2026). Sopir kemudian mengantar rombongan menuju Pelabuhan Serangan, Denpasar Selatan.
Sekitar pukul 08.00 Wita, rombongan tersebut menyeberang ke Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, bersama seorang pemandu wisata. Sementara para wisatawan beraktivitas di pulau tersebut, koper dan barang bawaan mereka ditinggalkan di dalam mobil travel.
Kepada polisi, sopir travel bernama Moh Syamsul Arifin mengaku memarkir kendaraan di sebuah garasi di Jalan Pulau Roti, Denpasar Selatan. Ia menyebut mobil dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan.
Sekitar pukul 14.30 Wita, Syamsul kembali menggunakan kendaraan itu untuk menjemput rombongan di Pelabuhan Serangan. Setelah itu, para wisatawan diantar menuju Buleleng.
Kecurigaan muncul ketika Xu Li tiba di hotel dan memeriksa kopernya. Ia mendapati kode pembuka koper telah berubah. Setelah koper dibuka, kotak yang menurut korban berisi perhiasan sudah tidak ditemukan.
Polisi masih mendalami laporan tersebut untuk mengetahui keberadaan perhiasan dan memastikan bagaimana barang itu bisa hilang. Dugaan kehilangan saat koper berada di dalam mobil travel masih menjadi bagian dari penyelidikan.****





