Penyelundupan 1,1 Ton Ketamin Digagalkan, Komisi III DPR Tagih Pengusutan Aktor Intelektual

Penyelundupan 1,1 Ton Ketamin Digagalkan, Komisi III DPR Tagih Pengusutan Aktor Intelektual

Fajarasia.id — DPR RI memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan operasi gabungan antarlembaga yang menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Meski demikian, parlemen mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan kurir di lapangan, melainkan terus mengejar hingga ke aktor intelektual dan pengendali jaringan internasional.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Dede Indra Permana Soediro, Sabtu (24/10/2026). Menurut Dede, penyitaan bahan narkotika jenis ketamin HCL dalam jumlah amat besar ini menjadi bukti konkret komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

“Tentu kami melihat pengungkapan narkotika dalam jumlah besar itu sebagai bukti bahwa Kapolri benar-benar serius memerangi narkoba seperti yang dipaparkannya dalam uji kelayakan bersama kami,” ujar Dede dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, kesuksesan menggagalkan masuknya barang haram ini tak lepas dari soliditas sinergi lintas instansi. Operasi gabungan tersebut melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, hingga Polda Sumatera Utara.

Bagi DPR, kolaborasi semacam ini amat krusial mengingat kompleksnya jaringan kejahatan transnasional yang mustahil ditangani secara tunggal oleh satu lembaga.

Dalam pengungkapan di kapal MT Global 168 tersebut, petugas menyita 58 karung ketamin HCL dengan total berat bruto 1,16 ton. Selain kapal dan alat komunikasi, delapan orang awak kapal terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara Taiwan turut diamankan. Dari kalkulasi penyidik, penggagalan penyelundupan ini diperkirakan menyelamatkan sedikitnya 5,8 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.

Guna memastikan mata rantai kejahatan ini benar-benar terputus, Komisi III DPR mendorong Polri dan seluruh tim gabungan untuk menelusuri aliran dana (*follow the money*) serta memetakan pola distribusi sindikat.

“Pemberantasan narkoba baru bisa dikatakan berhasil apabila mampu melumpuhkan pembiayaan, memutus jalur distribusi, dan mencegah jaringan tersebut beroperasi kembali,” tegas politikus PDI-P tersebut.

Dede menekankan bahwa aparat penegak hukum harus adaptif dalam mengantisipasi beragam modus operandi baru yang terus berkembang, demi melindungi generasi muda dari paparan peredaran narkotika.*****

Pos terkait