Fajarasia.id — Peredaran mainan jenis *squishy* yang dilengkapi perlengkapan menyerupai jarum medis memicu keprihatinan publik. DPR RI mendesak Kementerian Perdagangan dan instansi terkait untuk turun tangan menelusuri rantai distribusi serta memastikan keamanan produk yang dijual kepada anak-anak tersebut.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyikapi rumor di masyarakat yang menyebutkan bahwa komponen jarum pada mainan tersebut bersumber dari limbah medis bekas. Ia menekankan pentingnya pembuktian ilmiah sebelum mengonfirmasi spekulasi yang berkembang di media sosial.
“Kita perlu memastikan persoalan ini berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan hanya dugaan. Namun, sembari menunggu hasilnya, langkah pencegahan tetap penting agar anak-anak tidak terpapar risiko yang sebenarnya bisa dihindari,” ujar Netty dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).
Guna mengantisipasi dampak buruk, Netty mengimbau adanya sinergi yang lebih erat antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan orang tua. Pengawasan terhadap barang-barang maupun mainan yang dibawa siswa ke sekolah perlu ditingkatkan secara berkala.
Ia juga menginstruksikan para orang tua untuk lebih selektif dan memeriksa tingkat keamanan setiap produk mainan sebelum diberikan kepada anak.
“Jika ada anak yang tertusuk jarum dari mainan semacam ini, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian dan penanganan yang tepat,” tegasnya.
Komisi IX DPR RI berharap pemerintah tidak hanya melakukan penarikan atau pemeriksaan produk secara acak, tetapi juga memetakan alur distribusi barang secara menyeluruh serta menyampaikan hasilnya kepada publik secara terbuka.
Langkah tegas dan transparan dinilai sangat krusial guna memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus mencegah masuknya produk mainan yang tidak memenuhi standar keselamatan nasional.****





