Fajarasia.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyerap aspirasi nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (26/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran menyoroti sejumlah persoalan masyarakat, terutama akses solar bersubsidi untuk mendukung aktivitas melaut.
Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mendengar langsung kebutuhan warga sekaligus mendorong penyelesaian berbagai kendala pelayanan di lapangan.
Selain persoalan bahan bakar, aspirasi yang disampaikan masyarakat mencakup pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah, layanan pemerintahan desa, bantuan sosial, akses air bersih, serta pelayanan yang setara bagi seluruh warga.
Dalam dialog bersama perwakilan nelayan, Gibran menekankan pentingnya memastikan ketersediaan solar agar kegiatan melaut dapat berjalan lancar. Bahan bakar menjadi salah satu kebutuhan utama nelayan untuk menunjang operasional kapal dan keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Gibran meminta Staf Khusus Wakil Presiden Tina Talisa mengawal penyaluran solar bersubsidi bagi nelayan di Cilacap agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Ia juga meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat menghimpun data nelayan yang mengalami kendala dalam memperoleh solar. Pendataan tersebut diharapkan mempermudah proses verifikasi dan mempercepat penyelesaian masalah.
Langkah ini dinilai penting agar persoalan yang dihadapi nelayan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi berlanjut pada tindak lanjut yang jelas.
Persoalan akses bahan bakar menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas melaut dan penghasilan nelayan. Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi teknis diperlukan untuk mengidentifikasi hambatan serta memastikan penyaluran subsidi berjalan sesuai ketentuan.
Selain sektor perikanan, aspirasi mengenai bantuan sosial, air bersih, dan pelayanan desa juga menunjukkan pentingnya pemerataan akses layanan dasar bagi masyarakat.
Sementara itu, usulan pengembangan SAF berbasis minyak jelantah membuka ruang pembahasan mengenai pemanfaatan limbah menjadi bahan bakar alternatif yang berpotensi mendukung transisi menuju energi lebih berkelanjutan.
Melalui kunjungan tersebut, pemerintah diharapkan dapat memetakan persoalan masyarakat secara lebih terarah. Pendataan yang akurat, koordinasi lintas instansi, dan pemantauan tindak lanjut menjadi langkah penting agar aspirasi warga Cilacap dapat ditangani sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing pihak.****





