Rekening Gratis Masih Dimatangkan

Rekening Gratis Masih Dimatangkan

Fajarasia.id  – Pemerintah memastikan skema pembukaan rekening gratis bagi masyarakat dengan saldo awal Rp50.000 masih dalam tahap perancangan. Hingga kini, detail anggaran maupun sasaran penerima program tersebut belum diputuskan.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah saat ini masih menyusun desain program, termasuk menentukan kelompok masyarakat yang akan menjadi target penerima manfaat.

“Rekeningnya sendiri masih kita desain, maksudnya bagaimana. Jadi kita desain,” ujar Suahasil di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Meski belum final, Suahasil menilai program tersebut memiliki tujuan yang baik, yakni memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal dan mendorong inklusi keuangan nasional.

Menurut dia, pemerintah ingin memastikan skema yang disusun benar-benar mampu membantu masyarakat memiliki akses ke produk dan layanan perbankan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebutuhan dana program pembukaan rekening gratis diperkirakan mencapai Rp3,8 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Airlangga mengungkapkan terdapat sekitar 74 juta warga yang saat ini belum memiliki rekening bank. Namun, angka tersebut masih akan melalui proses pemutakhiran dan penyaringan data agar program dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Selain pembukaan rekening, pemerintah juga tengah menyiapkan skema pendukung agar rekening yang telah dibuat dapat digunakan secara aktif oleh masyarakat, bukan hanya menjadi rekening pasif dengan dana yang mengendap.

Pembahasan mengenai model aktivasi rekening tersebut, kata Airlangga, masih dikonsultasikan dengan Presiden Prabowo Subianto sebelum diputuskan lebih lanjut.

Rencana pemerintah ini mencakup pembukaan rekening secara gratis sekaligus pemberian saldo awal sebesar Rp50.000 kepada penerima. Program tersebut ditargetkan mulai dijalankan pada tahun depan setelah desain, pendanaan, dan mekanisme pelaksanaannya rampung.

Dengan masih berlangsungnya proses penyusunan skema, pemerintah menegaskan fokus saat ini adalah memastikan program inklusi keuangan tersebut dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan.****

 

Pos terkait