Fajarasia.id – Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah serangan udara dan pesawat tanpa awak Pakistan menghantam sejumlah lokasi di Afghanistan, termasuk wilayah Kandahar yang dikenal sebagai basis penting pemerintahan Taliban.
Sejumlah warga Kandahar melaporkan suara jet tempur dan ledakan besar terdengar pada dini hari Rabu (24/9/2026). Ledakan tersebut disusul kobaran api yang terlihat di beberapa titik di pusat kota.
Pemerintah Pakistan kemudian mengonfirmasi operasi militer tersebut. Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menyebut serangan dilakukan terhadap sasaran yang diklaim terkait dengan kelompok militan yang dianggap mengancam keamanan negaranya.
Menurut Tarar, operasi itu menargetkan 10 lokasi di Afghanistan dan disebut sebagai tindakan yang terukur serta terbatas pada target militer tertentu. Islamabad menegaskan langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap ancaman lintas perbatasan yang selama ini mereka soroti.
Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah insiden mematikan di wilayah perbatasan yang menambah ketegangan antara kedua negara bertetangga tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya melaporkan adanya korban sipil dalam serangan di Afghanistan timur, sementara Pakistan mengklaim berhasil menewaskan puluhan militan.
Meski bentrokan di kawasan perbatasan bukan hal baru, serangan langsung ke kota besar seperti Kandahar tergolong jarang terjadi. Kota tersebut memiliki arti strategis karena menjadi salah satu pusat kekuasaan Taliban sejak kelompok itu kembali berkuasa di Afghanistan.
Hubungan Islamabad dan Kabul memang terus dibayangi persoalan keamanan. Pakistan berulang kali menuding Afghanistan menjadi tempat berlindung kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang dituduh berada di balik berbagai serangan di wilayah Pakistan.
Namun, pemerintah Taliban membantah tuduhan tersebut. Kabul justru menilai Pakistan kerap melontarkan tudingan tanpa bukti dan dianggap tidak menghormati kedaulatan Afghanistan.
Sebelumnya, kedua negara sempat terlibat konflik terbuka pada awal tahun yang menyebabkan ratusan korban sipil di Afghanistan. Meski gencatan senjata telah dicapai pada Maret lalu, berbagai upaya mediasi internasional sejauh ini belum mampu menghasilkan perdamaian yang bertahan lama.
Serangan terbaru ke Kandahar pun menandai babak baru meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang memiliki sejarah panjang konflik keamanan di kawasan perbatasan.****





