Fajarasia.id – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus memantau pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan dampaknya terhadap operasional penerbangan di sejumlah bandara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. “Operator wajib menyesuaikan jadwal apabila jarak pandang tidak memenuhi persyaratan,” ujarnya, Sabtu (22/8).
Asap pekat berdampak pada Bandara Singkawang (SKJ), menyebabkan pembatalan penerbangan TransNusa dan Super Air Jet dengan ratusan penumpang terdampak. Penumpang memperoleh kompensasi berupa refund penuh dan penjadwalan ulang gratis hingga tujuh hari.
Pemantauan juga dilakukan di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Sejumlah bandara beroperasi normal, namun beberapa mengalami keterlambatan penerbangan, seperti di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN).
Kemenhub menginstruksikan seluruh penyelenggara bandara dan operator penerbangan meningkatkan kewaspadaan serta memantau jarak pandang secara berkala. Penyesuaian jadwal dilakukan berdasarkan kondisi aktual demi keselamatan.
Ditjen Perhubungan Udara bersama maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan operasional penerbangan tetap aman di tengah krisis kabut asap.***





