Fajarasia.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan sejumlah sumber gas bumi baru di Jawa Timur untuk menutup defisit pasokan di Jawa Tengah–Jawa Timur. Langkah ini sekaligus menjamin ketersediaan gas bagi jaringan Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang (Cisem) yang telah rampung dibangun.
Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menjelaskan, beberapa lapangan migas baru berpotensi menambah produksi, di antaranya:
- Lapangan Lengo (Kris Energy)
- Bukit Panjang (PCK2L)
- Lapangan ENC (PT Energi Mineral Langgeng)
- TIS Blora Fase 2 (Pertamina EP Asset 4)
- Paus Biru (Medco Sampang)
- West Sidayu (SIPL)
- Lapangan MBF dan MDK (Husky-CNOOC Madura Ltd/HCML).
Dalam rencana jangka panjang 2027–2035, tambahan pasokan gas diproyeksikan meningkat bertahap, dengan puncak produksi pada 2030–2031. Kontributor utama adalah Lapangan Lengo dengan proyeksi 84,49 MMSCFD mulai 2030, serta Bukit Panjang yang stabil menyumbang 50 MMSCFD pada 2032–2033.
Defisit gas di Jawa tercatat rata-rata 100–125 MMSCFD sepanjang 2026. Pada Februari, kekurangan mencapai 276,79 MMSCFD, sementara Juli defisit 104,16 MMSCFD. Produksi nasional hingga Juli 2026 rata-rata 6.544 MMSCFD, masih di bawah target APBN 2026 sebesar 6.837 MMSCFD.
Pemerintah bersama SKK Migas terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan cadangan gas agar jaringan pipa yang sudah tersambung dapat berfungsi maksimal.****





