Fajarasia.id – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Agus Andrianto) mengungkapkan terdapat 1.464 kasus tuberkulosis (TBC) di lapas dan rutan seluruh Indonesia per Maret 2026. Angka ini tercatat dari total 271.994 warga binaan, dengan prevalensi 0,54 persen.
Agus menyebut tren kasus TBC di lapas memang menurun dibanding tahun sebelumnya, namun tetap memprihatinkan. “Salah satu penyebab tingginya prevalensi adalah kondisi over kapasitas di lapas dan rutan. TBC menular lewat udara, sehingga risiko penularan meningkat,” ujarnya saat kick off program pengecekan TBC di Lapas Nusakambangan, Senin (29/6/2026).
Data menunjukkan pada 2025 terdapat 7.972 kasus aktif dengan prevalensi 3,64 persen. Indonesia sendiri menempati posisi kedua penderita TBC terbanyak di dunia setelah India, menyumbang 10 persen dari estimasi kasus global.
Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Imipas bersama Kementerian Kesehatan menggelar program pemeriksaan kesehatan gratis untuk deteksi dini dan penuntasan TBC. Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan program ini merupakan arahan cepat Presiden Prabowo Subianto, mengingat setiap tahun ada sekitar 1 juta kasus TBC di Indonesia dengan 126 ribu kematian.
“Di lapas, potensi penularan lebih tinggi karena aktivitas banyak dilakukan di ruangan tertutup dan jarak antar warga binaan sangat dekat. Screening ini penting agar penularan tidak meluas,” kata Budi.
Agus berharap program ini dapat menekan angka kasus sekaligus memperbaiki kondisi kesehatan warga binaan. Ia juga menyinggung kemungkinan adanya kebijakan amnesti untuk mengurangi over kapasitas lapas.***





