Wartawan Senior Erwin Siregar Desak Pemerintah Turunkan Bunga KPR Subsidi: “Rakyat Tercekik, Rumah Disita”

Wartawan Senior Erwin Siregar Desak Pemerintah Turunkan Bunga KPR Subsidi: “Rakyat Tercekik, Rumah Disita”

Fajarasia.id — Wartawan senior dan pemerhati kebijakan publik, Erwin Siregar, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang dinilai masih mencekik masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam pernyataannya, Erwin menegaskan bahwa jika bunga saat ini dikalikan selama tenor 20 tahun, maka harga rumah subsidi bisa meningkat hingga 100 persen dari nilai awalnya.

> “Program rumah subsidi seharusnya menjadi solusi, bukan jebakan finansial. Jika bunga tidak diturunkan, rakyat akan terus terjerat cicilan yang tak masuk akal,” ujar Erwin.

Ia menyoroti bahwa tingginya bunga menjadi salah satu penyebab utama banyaknya rumah subsidi yang disita oleh bank, khususnya BTN, karena ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Lebih lanjut, Erwin mendesak pemerintah untuk berani melakukan langkah korektif demi keberhasilan program pembangunan 3 juta rumah. Menurutnya, penurunan bunga KPR subsidi adalah kunci agar program tersebut tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.

Selain aspek bunga, Erwin juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pengembang perumahan subsidi. Ia menuntut agar pemerintah memperketat regulasi dan memastikan pengembang bertanggung jawab penuh terhadap:

– Kepastian penerbitan sertifikat rumah
– Ketersediaan dan kualitas fasilitas umum seperti jalan, drainase, taman, dan tempat ibadah
– Komitmen pasca-penjualan agar tidak lepas tangan setelah unit terjual

> “Jangan sampai setelah rumah laku, pengembang menghilang. Rakyat berhak atas hunian yang layak, legal, dan berfasilitas,” tegasnya.

Seruan ini menjadi pengingat bahwa kebijakan perumahan bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi menyangkut martabat dan masa depan jutaan keluarga Indonesia.****

 

Pos terkait