Fajarasia.id – Ratusan ribu warga Kanada menandatangani petisi yang menuntut agar status kewarganegaraan miliader Elon Musk dicabut. Mereka menuduh Musk bertindak melawan kepentingan nasional Kanada serta merusak kedaulatan negara tersebut.
“Dia menggunakan kekayaan dan kekuasaannya untuk memanipulasi pemilihan umum negara ini,” kata petisi tersebut dikutip BBC, Selasa (26/2/2025). Disebutkan juga bahwa Musk telah menjadi anggota pemerintahan negara asing yang berupaya menghancurkan kedaulatan Kanada.
Menurut sistem hukum Kanada, status kewarganegaraan hanya dapat dicabut jika seseorang terbukti memberikan keterangan palsu pada aplikasi keimigrasian. Sehingga, petisi itu tidak memiliki kekuatan hukum dan hanya bersifat simbolis.
Namun, jika penandatangan petisi melebihi 500 orang, biasanya itu ditanggapi serius oleh parlemen Kanada. Hingga saat ini, lebih dari 250 ribu orang telah menandatangani petisi tersebut dan kemungkinan masih akan bertambah.
Lahir di Afrika Selatan 54 tahun lalu, Musk diketahui memiliki dua kewarganegaraan yaitu Kanada dan Amerika Serikat (AS). Status warga negara Kanada diperolehnya secara otomatis sesuai dengan tempat asal ibunya yaitu Provinsi Saskatchewan.
Menanggapi petisi tersebut, Musk sempat menuliskannya melalui platform media sosial X yang dimilikinya. “Kanada bukan negara sungguhan,” ujarnya, yang kemudian dihapus tak lama sesudah ditayangkan.
Musk saat ini memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan yang dibentuk Presiden AS, Donald Trump. Kembalinya Trump di tampuk pimpinan tertinggi negara adikuasa itu meningkatkan ketegangan antara AS dan Kanada.
Ini karena pernyataannya bahwa Kanada bisa menjadi salah satu negara bagian AS. Trump juga mengancam bakal memberlakukan tarif tinggi terhadap impor baja, aluminium, dan produk-produk lain dari Kanada.
Pemerintah Kanada menegaskan akan membalas kebijakan Trump dengan memberlakukan tarif impor tinggi untuk produk-produk AS. Sedangkan masyarakat Kanada menanggapinya dengan membatalkan perjalanan ke AS, memboikot produk Amerika, dan mencemooh lagu kebangsaan AS.***





