Fajarasia.co – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan, hingga saat ini pemerintah masih melakukan moratorium pemekaran daerah otonom baru (DOB). Kecuali untuk Papua dan Papua Barat.
Sebab menurutnya, beberapa daerah yang ingin melakukan pemekaran wilayah memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup kecil. Sehingga berdasarkan kajian akan bergantung kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Sampai hari ini memang moratorium belum dicabut. Masih belum, karena alasannya dari hasil kajian, beberapa daerah yang (ingin) diotonomikan itu atau dimekarkan itu belum mampu membiayai sendiri, masih menggantungkan ke APBN,” kata Wapres sebagaimana di kutip dari Website Seretariat Wapres RI, Jumat (16/09/2022).
Lebib lanjut, Wapres menjelaskan pengecualian untuk wilayah Papua dan Papua Barat dilakukan, karena adanya kebutuhan khusus. Seperti mempermudah pengawasan karena wilayahnya yang luas dan mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah tersebut.
“Karena Papua dan Papua Barat ini memang ada kebutuhan khusus, baik karena untuk (peningkatan) pelayanan (karena) luasnya wilayah. Kemudian juga untuk mempercepat kesejahteraan di Papua dan juga tentu supaya pengawasannya lebih mudah,” katanya.
Untuk itu, Wapres pun mengharapkan masalah pemekaran wilayah tidak menjadi isu politik musiman khususnya jelang Pemilu. “Saya kira kita berharap ini tidak menjadi (isu politik), karena memang ini pertimbangannya sangat teknis,” ucapnya.
“Untuk Papua saya kira semua sudah sepakat, dan itu inisiatif DPR, tingkat pemerintah pusat, di pemerintah daerah, juga di kalangan masyarakat. Karena itu ada kebutuhan khusus, sehingga seharusnya tidak dijadikan isu politik, tidak dipolitisasi”.
Terkait banyaknya permintaan daerah untuk melakukan pemekaran wilayah, Wapres menuturkan pemerintah akan terus melakukan kajian mengenai berbagai kemungkinannya. “Ya, nanti akan kita bahas lebih lanjut, tapi sampai hari ini memang masih moratorium dengan pertimbangan-pertimbangan yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri,” katanya.****





