Wamendag Dorong Ekspor Rempah Indonesia ke Pakistan

Wamendag Dorong Ekspor Rempah Indonesia ke Pakistan

Fajarasia.id – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mendorong peningkatan ekspor rempah Indonesia ke Pakistan. Dorongan ini menargetkan penguatan perdagangan bilateral di sektor rempah bernilai tambah, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi eksportir Tanah Air.

Menurut Roro, Pakistan merupakan pasar yang dinamis dengan permintaan rempah yang terus tumbuh, baik untuk konsumsi domestik maupun kebutuhan ekspor olahan.

“Pakistan merupakan pasar yang dinamis dan tumbuh dengan permintaan kuat terhadap rempah. Ini menjadi dasar untuk memperkuat sinergi kedua negara,” ujar Roro dalam keterangan pers, Sabtu (10/1/2026).

Kementerian Perdagangan mencatat ekspor rempah Indonesia ke Pakistan mencapai USD 16,7 juta pada 2024. Angka itu melonjak signifikan sebesar 42 persen sepanjang Januari–Oktober 2025.

“Data ini menunjukkan peluang peningkatan perdagangan masih sangat terbuka. Dengan kolaborasi lebih erat, kita bisa memperluas pangsa pasar Indonesia,” kata Roro.

Untuk memperkuat kerja sama, Kemendag memfasilitasi business matching antara eksportir Indonesia dan importir Pakistan. Kegiatan ini digelar bersama Konsulat Jenderal RI di Karachi pada Selasa (6/1/2026).

Roro menegaskan pemerintah siap mendukung lewat perwakilan perdagangan di luar negeri dan kebijakan yang memudahkan pertukaran informasi serta kolaborasi bisnis.

Roro menyebut Pakistan sebagai mitra utama Indonesia di kawasan Asia Selatan. Sebaliknya, Indonesia berperan sebagai pintu masuk Pakistan ke pasar ASEAN.

“Kami berharap pertemuan ini memperkuat pemahaman bersama dan membuka pintu kolaborasi lebih lanjut,” ujarnya.

Salah satu importir dari Kalodi Group, Ghani Abdullah Kalodi, menyambut baik peluang kerja sama rempah dengan Indonesia. Ia menilai Indonesia sebagai mitra yang konsisten dari sisi kualitas dan keberlanjutan pasokan.

“Indonesia merupakan pemasok rempah yang konsisten. Kami melihat peluang konkret untuk memperluas kerja sama bisnis jangka panjang,” kata Ghani.

 

Pos terkait