Realitarakyat.com – Kasus perundungan yang menimpa mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mata Universitas Sriwijaya (Unsri) berbuntut panjang. Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, menyoroti insiden tersebut dan meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap sistem pendidikan kedokteran di Indonesia.
“Saya tentu menyayangkan tindakan perundungan ini. Perilaku tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai etika dan membahayakan mutu pendidikan serta masa depan profesi kesehatan kita,” ujar Lalu kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).
Lalu menegaskan pihaknya akan mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemendiktisaintek untuk melakukan audit budaya pendidikan kedokteran. Ia juga meminta Badan Anti-Perundungan aktif menangani kasus serupa dengan cepat, bekerja sama dengan Satgas PPKPT di tingkat rektorat.
“Selain audit menyeluruh dan pemberian sanksi, Badan Anti-Perundungan harus aktif, terhubung langsung dengan Satgas PPKPT Rektorat,” tegasnya.
Politikus PKB itu juga menyoroti aspek keuangan di fakultas kedokteran. Ia meminta dilakukan audit berkala oleh Satuan Pengawasan Internal (SPI) untuk memastikan tidak ada pungutan ilegal di luar UKT. Selain itu, kurikulum etika profesional perlu diperkuat agar kasus serupa tidak terulang.
Sebelumnya, Universitas Sriwijaya telah menjatuhkan sanksi kepada mahasiswa PPDS yang terbukti melakukan perundungan terhadap juniornya berinisial OA. Pelaku diberi surat peringatan keras (SP2) dan penundaan wisuda.
“Kepada yang terlibat sudah diberi surat peringatan keras dan penundaan wisuda,” kata Kepala Humas Unsri, Nurly Meilinda, Rabu (14/1).
Selain itu, Kemenkes menutup sementara PPDS Mata FK Unsri hingga masalah selesai. Fakultas juga menerbitkan surat edaran yang melarang segala bentuk kegiatan yang mengarah pada perundungan.
FK Unsri kini membentuk Badan Anti-Perundungan yang terhubung langsung dengan Satgas PPKPT Rektorat. Audit keuangan berkala dan mendadak oleh SPI juga akan dilakukan untuk memastikan transparansi dan mencegah pungutan ilegal.(Ess)






