Fajarasia.id – Puluhan warga dan aparat desa Kampung Cabang Kebon Kelapa RT. 03/09, Dusun 3, Desa Karang Asih, Kabupaten Bekasi geruduk toko penjual obat terlarang jenis G yang berkedok kosmetik.
Dari toko tersebut, ditemukan ratusan jenis obat tramadol dan eximer yang diduga siap diedarkan.
Kepala Dusun 3, Desa Karang Asih Hj. Rini mengatakan, awalnya pihaknya mendapatkan laporan ada warga menemukan obat terlarang di dalam kotak amal jariah Masjid di minimarket yang tak jauh dari toko.
Setelah diperiksa di CCTV minimarket, dan setelah ditelusuri ada penjaga parkirkan yang ngaku ada remaja membeli obat terlarang tersebut dan menaruhnya di kotak amal. Guna memastikan itu, bersama warga Ia mendatangi toko tersebut.
“Kita gerak cepat nanya ke warung yang menjual barang haram itu. tetapi bocah yang membelinya tidak ada dsini. Kemudian kita aparatur desa bersama warga menggeledah warung itu,”ucap Rini kepada wartawan, Jumat(10/2/2023).
Awalnya si penjual toko itu mengaku hanya menjual barang-barang kecantikan yakni kosmetik. Namun, setelah diperiksa ditemukan ratusan obat jenis G tramadol dan eximer didalam etalasenya.
“Saat di priksa bersama warga ditemukan obat-obatan tramadol dan eximer sama uang di etalase,”katanya.
Setelah terbukti menjual obat itu, kata Rini, dan penjaga toko tanpa identitas itu sempat kabur melarikan diri. Karena banyaknya warga yang berada di lokasi langsung mengamankannya.
“Kayaknya dia takut pas ditanya mana lagi obat yang disimpan. Pas kabur udah gitu dia kena amukan massa terus dia dibawa ke desa,”tuturnya.
Menurut informasi yang dapet dari warga toko tersebut, sambung Rini, dia sudah 1 sebulan ngontrak dan beroperasi di toko tersebut. Karen adanya yang menjual obat terlarang itu sangat meresahkan masyarakat.
“Saya sebagai kadus merasa masa depan anak-anak warga saya hancur. Kalau sampe kebeli kepada seluruh generasi anak warga kita sangat merusak sekali,”tegasnya.





