Fajarasia.id – Ukraina mengklaim pada Selasa (16/6) bahwa produksi minyak Rusia telah turun ke level terendah tahunan sebesar 9,009 juta barel per hari menyusul serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia.
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, Staf Umum Ukraina mengklaim pasukan Ukraina telah menyerang 16 kilang minyak dan terminal bahan bakar utama Rusia, yang mengakibatkan lebih dari 30 persen kapasitas penyulingan tidak beroperasi hingga Juni.
Militer juga mengklaim bahwa 40 instalasi teknologi telah ditutup dan mengatakan sanksi internasional menghambat kemampuan Rusia untuk memulihkan fasilitas yang rusak.
Menurut pernyataan tersebut, Rusia telah memberlakukan pembatasan ekspor bahan bakar dan memperkenalkan batasan penjualan bensin di beberapa wilayah di tengah kekurangan pasokan.
Ukraina lebih lanjut mengklaim bahwa bandara-bandara utama Rusia menghadapi kekurangan bahan bakar penerbangan, yang menyebabkan pembatasan pengisian bahan bakar pesawat.
“Situasinya telah memburuk sedemikian rupa sehingga pemerintah Rusia secara resmi telah mengizinkan pabrik-pabrik untuk memproduksi bahan bakar berkualitas rendah (standar Euro-3), karena mereka tidak lagi mampu memproduksi bensin berkualitas tinggi karena kekurangan peralatan dan kerusakan,” kata pernyataan itu.
Rusia belum mengomentari klaim terbaru Ukraina, dan verifikasi independen sulit dilakukan karena perang yang masih berlangsung.****





