Transformasi Digital Sektor Kesehatan, Perlu Libatkan Lintas Sektor

Transformasi Digital Sektor Kesehatan, Perlu Libatkan Lintas Sektor

Fajarasia.co – Chief Digital Transformation Office Kemenkes RI Setiaji mengatakan, digitalisasi di sektor kesehatan perlu melibatkan lintas sektor. Menurutnya, transformasi itu untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

“Digitalisasi dalam layanan kesehatan adalah inisiatif yang dipimpin oleh pemerintah. Mengingat kompleksitas sektor kesehatan, kolaborasi-lintas, dan wadah berdiskusi sangat krusial untuk memastikan akses dan distribusi yang sama terhadap fasilitas kesehatan bagi masyarakat,” ujar Setiaji mewakili Menkes Budi Gunadi Sadikin, dalam rilisnya yang diterima Redaksi, Rabu(24/8/2022).

Setiaji mengapresiasi PT Anugerah Pharmindo Lestari yang memiliki inisiatif untuk menghubungkan seluruh pemangku kepentingan dan mendukung misi pemerintah dalam transformasi kesehatan digital. “Kami mengapresiasi dan mendukung APL Digital Summit 2022 sebagai salah satu platform strategis dalam mendukung jalur-jalur strategi transformasi kesehatan digital dari pemerintah,” ucap Setiaji.

Managing Director Boston Consulting Group (BCG) Sumit Sharma menjelaskan pandemi COVID-19 telah mendorong industri teknologi kesehatan lokal secara signifikan. Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan, ia melihat pertumbuhan luar biasa dalam penggunaan teknologi kesehatan, dengan 57% warga Indonesia menggunakan aplikasi kesehatan.

“Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar ketiga dalam hal penggunaan aplikasi kesehatan. Tren-tren yang terus berubah dalam industri kesehatan digital kini menjadi lebih jelas. Digitalisasi yang kita lihat dari sisi konsumen melalui aplikasi yang berorientasi pasien hanyalah puncak gunung es,” tutur Sharma.****

Pos terkait