Fajarasia.id – Jalur Gaza kembali diguncang serangan udara Israel meski gencatan senjata masih berlaku. Sedikitnya 11 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah bom menghantam tenda pengungsian serta sebuah apartemen pada Sabtu waktu setempat.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh, menyebut serangan itu menargetkan warga sipil yang tengah berlindung. “Israel terus melakukan pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata di tengah krisis pasokan medis yang parah,” ujarnya.
Kantor pers pemerintah Gaza melaporkan, tujuh korban berasal dari satu keluarga, termasuk seorang anak dan seorang lansia. Para korban luka segera dilarikan ke rumah sakit di Gaza City dan Khan Younis.
Gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak Oktober 2025 seharusnya memasuki fase kedua pada Januari ini, dengan agenda perlucutan senjata Hamas, penarikan bertahap pasukan Israel, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional. Namun, kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.
Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, lebih dari 509 orang tewas sejak gencatan senjata diberlakukan. Sementara itu, perang berkepanjangan selama dua tahun terakhir telah merenggut lebih dari 71 ribu nyawa di wilayah kantong Palestina tersebut. Angka ini dianggap kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hampir seluruh penduduk Gaza telah mengungsi setidaknya sekali, dengan ratusan ribu orang masih bertahan di tenda-tenda atau tempat penampungan darurat. Infrastruktur wilayah pesisir itu pun hancur akibat blokade dan serangan berulang sejak 2007.
Serangan terbaru ini kembali menegaskan rapuhnya gencatan senjata dan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza, yang hingga kini belum menemukan jalan keluar damai.





