Seiring Maraknya Polisi yang Terlibat Narkoba, Pengamat Minta Cek Harta Kekayaan Semua Prajurit Satnarkoba Polri

Seiring Maraknya Polisi yang Terlibat Narkoba, Pengamat Minta Cek Harta Kekayaan Semua Prajurit Satnarkoba Polri

Fajarasia.co – Seiring maraknya polisi terlibat dalam kasus Narkoba , mulai dari Prajurit sampai hingga Ke pangkat Jendral, yang akhir akhir ini hampir semua media menghiasi pemberitaan terkait kabar kabar Kapolda Jawa Timur (Jatim) yang baru, Irjen Teddy Minahasa ditangkap Propam Polri diduga terjerat narkoba, Sehingga Pengamat mendesak agar seluruh oknum dan personel kepolisian yang bertugas di satuan Narkoba agar di periksa harta kekayaannya.

Pemeriksaan diharapkan dilakukan secara terbuka dan transparan.

Sebab, penyalahgunaan narkoba adalah musuh besar bangsa Indonesia, khususnya generasi muda. Sementara, seluruh jajaran kepolisian adalah aparat penegak hukum yang harus berdiri di depan untuk menghentikan penyalahgunaan narkoba.

Demikian ditegaskan Ketua Forum Peduli Masyarakat Demokrasi Arief Hidayat dalam keterangannya , Kamis (27/10/2022)

“Harus tegak lurus. Narkoba adalah musuh masyarakat. Polisi adalah penegak hukum. Maka, polisi harus menjadi benteng pertahanan dalam melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba, tapi karena saat ini banyak yang terlibat, jadi kami harap kapolri harus menggandeng LPSK, BPK dan KPK untuk melakukan audit harta kekayaan semua Prajurit Polri khususnya yang di tugaskan di Satuan Narkoba.” tegas Arief.

Pasalnya menurut Arief, Hasil investigasi timnya, hampir semua prajurit Polri yang bertugas di Satuan Narkoba seluruh indonsia hartanya jauh melebihi rekan rekannya di satuan lain.

“Kami sudah melakukan investigasi, hampir 89 Persen, Prajurit Polri yang bertugas di satuan Narkoba, hartanya melebihi harta rekan – rekannya, dan ini salah satu pertanyaan jadi kalau ada oknum polisi yang justru terlibat, sudah sangat pantas dihukum berat. Kapolri harus menunjukkan komitmen membersihkan kepolisian dari kasus-kasus narkoba,” imbuhnya menegaskan.

Arief menjelaskan , beberapa kasus seperti di Polres Tanjungbalai 11 Prajurit menjual 13 kilo Sabu hasil tangkapan, kemudian ada Kasat Narkoba Polres Krawang AKP Edi Nurdin kemudian Aipda AD, Kompol KS, Aiptu J, AKBP D dan terakhir Irjen Pol Teddy Minahasa.

” Sudah banyak yang terlibat Narkoba dan rata rata mereka yang bertugas di satuan narkoba, selain itu harta mereka semua sangat pantastis, sehingga kami minta Kapolri harus lakukan pengecekan harta kekayaan khusus yang bertugas di satuan Narkoba.” Tutupnya.*****

Pos terkait