Fajarasia.id – Setelah sukses menggelar pementasan di Indonesia, Meksiko dan Amerika Serikat, Regina Art kembali tampil di lima negara Eropa. Dengan pertunjukan dua monolog, Regina Art akan memukau Jerman, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Perancis.
Joane Win, produser dan pemain Regina Art Monologue Project mengatakan, pementasan ini diharapkan bisa meningkatkan empati. Sekaligus berpartisipasi dalam melawan kekerasan seksual terhadap perempuan.
“Dengan pementasan ini diharapkan penonton dapat mengambil nilai-nilai di dalamnya, sehingga dapat bersama-sama lebih menghargai para pendahulu bangsa. Juga meningkatkan empati dan kesadaran, ikut berpartisipasi melawan tindak kekerasan seksual, dan turut serta membela hak asasi manusia,” kata Joane di Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2023).
Wawan Sofwan, sutradara dan pemain Regina Art Monologue Project mengatakan, pentas dua monolog sengaja dilakukan di luar negara. Tujuannya agar warga negara asing bisa lebih mengenal sejarah Indonesia.
“Bagi saya ini langkah yang luar biasa ya, dan semoga dua monolog ini bisa dipentaskan ke negara lainnya. Yang ingin mengenal sejarah Indonesia secara lebih lengkap,” ujar Wawan, menjelaskan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Prayoga menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pementasan ini bisa menyadarkan seseorang untuk memiliki hak dan kebabasan yang sama.
“Semoga pementasan dua monolog ini di mancanegara dapat lebih menyadarkan kita, bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama. Untuk memperoleh kebebasan, keadilan, perlindungan, dan perdamaian, teruslah berkarya untuk Indonesia,” kata Bintang melalui video.
Adapun dua judul pementasan monolog Regina Art yang akan dipentaskan adalah monolog “Besok Atau Tidak Sama Sekali”. Ditampilkan Wawan Sofwan tentang perjuangan batin Soekarno – sang Proklamator, sesaat sebelum proklamasi.
Serta monolog “Cotton Candy” karya E.D.Jenura, yang ditampilkan oleh Joane Win. Tentang perjuangan korban kekerasan seksual dalam mengatasi traumanya.
Isu nasionalisme dan kekerasan terhadap perempuan adalah latar belakang dari pementasan Regina Art Monologue Project. Selain mengangkat nilai-nilai kehidupan dan edukasi penting untuk isu nasionalisme dan perempuan.****





