Fajarasia.id– Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa tujuan operasi militer khusus di Ukraina akan tetap tercapai. Dalam pertemuan dengan jajaran Kementerian Pertahanan di Moskow, ia menyatakan bahwa Rusia berkomitmen merebut wilayah yang diklaim sebagai bagian dari negaranya, meski tekanan internasional terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
“Tujuan operasi militer khusus pasti akan tercapai,” ujar Putin, seraya menambahkan bahwa Moskow lebih memilih mengatasi akar konflik lewat perundingan. Namun, ia menekankan bahwa langkah militer tetap akan ditempuh jika Ukraina dan sekutu Barat menolak terlibat dalam diskusi substantif.
Pernyataan Putin muncul di tengah perkembangan diplomasi antara Ukraina dan Amerika Serikat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut adanya kemajuan dalam pembicaraan mengenai jaminan keamanan masa depan Kyiv setelah pertemuan dengan utusan Presiden AS Donald Trump di Berlin. Meski begitu, Zelensky menegaskan masih terdapat perbedaan pandangan terkait wilayah yang diminta Rusia.
Usulan awal Washington, yang disusun tanpa masukan dari sekutu Eropa, disebut mengarah pada penarikan Ukraina dari wilayah Donetsk timur serta pengakuan de facto atas Donetsk, Krimea, dan Lugansk sebagai bagian dari Rusia.
Kremlin melalui juru bicara Dmitry Peskov menyatakan masih menunggu informasi resmi dari AS mengenai hasil pembicaraan tersebut. “Kami berharap rekan-rekan Amerika segera menyampaikan hasil kerja mereka dengan Ukraina dan Eropa,” katanya.
Sejak September 2022, Rusia mengumumkan pencaplokan wilayah Zaporizhzhia, Donetsk, Lugansk, dan Kherson, meski hingga kini belum sepenuhnya menguasai secara militer seluruh area tersebut.
Konflik Rusia–Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun terus menjadi sorotan dunia, dengan diplomasi internasional berupaya mencari jalan keluar, sementara Moskow tetap menegaskan tekadnya untuk mencapai tujuan militer.****





