Fajarasia.id – Ketegangan pecah di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, ketika puluhan ibu-ibu bersama warga lainnya membakar sebuah rumah yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran narkoba. Aksi massa ini terjadi pada Selasa (16/12) malam, dipicu keresahan panjang masyarakat terhadap maraknya narkotika di wilayah mereka.
Menurut keterangan Plt Kepala Desa Tabuyung, Iskandar Muda Tanjung, insiden bermula usai warga mengikuti pengajian dan doa bersama. Sekelompok ibu-ibu kemudian berinisiatif mendatangi rumah yang selama ini dicurigai sebagai markas peredaran narkoba. Massa melempari bangunan dengan batu dan kayu, hingga akhirnya api melalap rumah tersebut.
“Pembakaran terjadi spontan. Ibu-ibu yang sudah lama resah langsung bergerak setelah acara pengajian,” jelas Iskandar, Rabu (17/12).
Iskandar menambahkan, pihak desa sebenarnya telah berusaha menenangkan warga agar tidak bertindak anarkis. Namun, emosi masyarakat yang sudah lama tertekan akibat peredaran narkoba sulit dibendung.
Sementara itu, Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh membenarkan adanya aksi pembakaran tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian memahami kekecewaan warga, namun tetap mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil tindakan main hakim sendiri.
“Kami sudah mengimbau agar warga tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. Meski begitu, kami juga memahami keresahan masyarakat terhadap masalah narkoba di daerah mereka,” ujar Arie.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa kuatnya penolakan masyarakat terhadap narkoba, sekaligus menjadi peringatan bahwa penanganan serius dari aparat sangat dibutuhkan agar warga tidak bertindak di luar jalur hukum.****





