Fajarasia.id – Polisi mengatakan, terdapat 31 tempat pemungutan suara (TPS) rawan bencana alam di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Polres Maros AKBP Awaluddin Amin dan dia menginstruksikan semua jajarannya untuk mewaspadai kerawanan, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024.
“Dari 1.073 TPS di Maros, terdapat 31 TPS yang akan diperhatikan secara intens. Karena rawan bencana alam,” kata AKBP Awaluddin di Maros Selasa (24/10/2023).
Menurut dia, apabila saat ini berada dalam kemarau panjang atau El Nino, maka perlu mewaspadai La Nina atau curah hujan tinggi. (Tepatnya, red) saat memasuki musim hujan yang diprediksi oleh BMKG terjadi, pada Januari-Februari 2024,” ujar AKBP Awaluddin.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, perlu mengantisipasi kerusakan banjir dan gangguan bencana alam lainnya. “Kami telah mempersiapkan langkah dan pengamanan mewujudkan pesta demokrasi yang aman, damai, serta mencegah berbagai kerawanan,” kata AKBP Awaluddin.
“Adapun sasaran pengamanan, tentu saja masyarakat, TPS, dan objek vital lainnya. Dan juga material logistik saat kegiatan Pemilu.”
Dia juga mengatakan, terkait keamanan hingga saat ini Kabupaten Maros masih aman terkendali. Maka dari itu, dia lebih mewaspadai kerawanan geografisnya dapat mengakibatkan bencana alam.
“Karena sebagian wilayah Kabupaten Maros menjadi langganan banjir saat musim hujan. Sehingga harus diantisipasi adanya sejumlah TPS yang terdampak banjir,” kata AKBP Awaluddin.
Meski demikian, Polres Maros dikatakannya akan menggunakan sistem peredam dalam mengantisipasi konflik, seperti telah dilakukan pada pemilu sebelumnya.****





