Prancis Status Siaga Usai Kasus Penikaman Terhadap Guru

Prancis Status Siaga Usai Kasus Penikaman Terhadap Guru

Fajarasia.id – Perdana Menteri (PM) Prancis Elisabeth Borne menyatakan negaranya dalam status siaga keamanan tertinggi. Usai seorang penyerang menikam seorang guru dan melukai tiga orang lainnya di Kota Arras, Prancis utara.

Serangan tersebut terjadi pada Jumat (13/10/2023) sekitar pukul 11.00 pagi waktu setempat. Atau 16.00 WIB di Sekolah Menengah Atas Gambetta.

“Dalam konteks saat ini dan menyusul serangan teroris di Arras. Saya memutuskan untuk meningkatkan peringatan keamanan ke level darurat serangan,” kata Borne sebagaiman dikutip dari  Xinhua, Senin (16/10/2023).

Berbicara kepada televisi publik Prancis TF1, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin pmengatakan bahwa pemerintah akan mengerahkan beberapa ribu lebih pasukan keamanan. Ini untuk mengawasi tempat-tempat berkumpulnya masyarakat.

Mengenai tersangka yang melakukan serangan pisau tersebut, Darmanin mengatakan bahwa pelaku berusia sekitar 20 tahun. Serta telah ditandai oleh agen keamanan Prancis sebagai orang yang terindikasi terpapar radikalisme.

“Kami mencurigai sesuatu. Kepada telepon pria tersebut yang telah disadap selama beberapa hari sebelum kejadian, namun tidak ada indikasi adanya serangan yang direncanakan,” ucapnya.

Jean-Francois Ricard, jaksa penuntut umum yang menangani kasus-kasus antiterorisme, mengatakan bahwa penyerang tersebut adalah mantan siswa di sekolah itu. Penyerang awalnya menikam seorang guru yang berada di depan sekolah, kemudian menyerang orang lain yang datang untuk menolong guru tersebut.

“Lalu setelah memasuki gedung, pelaku melukai dua orang lagi. Keduanya bekerja di sekolah tersebut,” katanya.***

Pos terkait