Fajarasia.id – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut hati PDIP sama dengan pemerintah. Ganjar menegaskan kesamaan cita-cita kebangsaan tidak berarti harus bergabung dalam satu barisan pemerintahan.
“Kami sependapat bahwa seluruh kekuatan politik memiliki tanggung jawab menjaga bangsa. Namun, kesamaan cita-cita tidak berarti semua partai harus berada dalam satu barisan pemerintahan,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Ganjar menekankan pentingnya sistem check and balances dalam demokrasi. Menurutnya, pembagian peran antara pemerintah dan partai di luar koalisi merupakan mekanisme sehat agar kekuasaan tidak kehilangan kontrol. Ia menegaskan PDIP tetap menghormati Presiden, namun akan menjalankan fungsi kontrol secara konsisten.
“Kritik yang kami sampaikan bukan untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan menjaga agar kebijakan tetap berpihak pada rakyat,” tegas Ganjar. Ia menambahkan dinamika politik ke depan bisa berubah, tetapi sikap PDIP ditentukan oleh kepentingan rakyat, bukan rayuan kekuasaan.
Terpisah, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut pernyataan Prabowo benar jika PDIP memiliki banyak kesamaan pandangan dengan pemerintah, seperti isu pemberantasan stunting, pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan kedaulatan pangan. Namun, ia menegaskan PDIP tetap berada di luar koalisi sebagai kekuatan penyeimbang.
“Posisi terbaik dalam mendukung program pemerintah adalah berdiri di luar pemerintahan. Dengan begitu, kami bisa memberi masukan kritis agar kebijakan tepat sasaran,” ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo dalam pidato Harlah ke-28 PKB menyebut PDIP sejatinya memiliki hati yang sama dengan pemerintah. Namun, PDIP menegaskan tetap memilih jalur oposisi konstruktif demi menjaga demokrasi dan kepentingan rakyat.****





