PNM dan MES Dorong Usaha Ultra Mikro Naik Kelas Lewat Produk Halal

PNM dan MES Dorong Usaha Ultra Mikro Naik Kelas Lewat Produk Halal

Fajarasia.id – Potensi ekonomi halal dunia terus menunjukkan tren positif. Laporan State of the Global Islamic Economy 2024 memperkirakan nilai pasar produk halal global mencapai USD 2,8 triliun pada 2025, dengan sektor makanan dan gaya hidup sebagai penyumbang terbesar. Di Indonesia, peluang ini semakin besar karena mayoritas penduduk beragama Islam, namun masih banyak pelaku usaha mikro yang belum memahami pentingnya sertifikasi halal untuk meningkatkan daya saing.

Melihat peluang tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkomitmen membangun ekosistem ekonomi halal dari akar rumput. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran Halalpreneur Fest bertema “Berkarya, Berdaya, Berkah Bersama PNM” di Gedung Imaco, Banyuasri, Buleleng.

PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha agar nasabah mampu tumbuh mandiri. Hingga Oktober 2025, PNM telah memfasilitasi penerbitan 1.527 Sertifikat Halal Self Declare dan 2 Sertifikat Halal Regular, bekerja sama dengan delapan lembaga pendamping halal (LP3H) melalui 58 cabang di seluruh Indonesia.

“Produk halal adalah masa depan ekonomi rakyat karena memadukan nilai kebaikan dan daya saing. Nasabah kami tidak hanya mendapat akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan menyeluruh,” ujar Kindaris, Direktur Bisnis PNM, Senin (17/11/2025).

Salah satu nasabah PNM ULaMM, I Gede Rediawan, berhasil mengembangkan usaha kecil kerajinan kaca tiup menjadi restoran kreatif Sari Timbul by Kubu Bali. Dengan dukungan pembiayaan Rp350 juta, ia memadukan seni kaca, kayu, dan kuliner lokal. Rediawan menegaskan sertifikat halal adalah komitmen moral kepada pelanggan dan karyawan.

“Bagi saya, sertifikat halal bukan sekadar label, tapi bentuk tanggung jawab menjalankan usaha dengan cara yang benar,” tuturnya.

Halalpreneur Fest juga menghadirkan pelatihan, coaching clinic, kelas memasak, kerajinan tangan, hingga sesi berbagi pengalaman antar pengusaha. Direktur Eksekutif MES, Herry Aslam, menyambut baik kolaborasi ini. “Program ini bukti keseriusan kita mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri halal global,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PNM menegaskan bahwa pemberdayaan bukan hanya soal pertumbuhan usaha, tetapi juga memastikan setiap langkah membawa manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.****

Pos terkait