PLN-Uni Eropa Kembangkan Proyek Pembangkit Listrik Baru

PLN-Uni Eropa Kembangkan Proyek Pembangkit Listrik Baru

Fajarasia.id – PT PLN menjalin kerja sama dengan Uni Eropa untuk mengembangkan dua proyek pembangkit listrik baru. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung target pemerintah Indonesia terkait pencapaian Net Zero Emissions pada 2060.

Kesepakatan pengembangan pembangkit pumped storage hydropower itu diumumkan di Jakarta pada Senin (17/11/2025). Kerja sama strategis tersebut juga melibatkan KfW Development Bank serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Transisi energi membutuhkan dukungan semua pihak dan memerlukan skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan berbagai mitra seperti Uni Eropa, KfW, dan PT SMI, PLN dapat mengakses berbagai potensi technical assistance yang memungkinkan PLN untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam pengelolaan portofolio investasi menuju ekonomi rendah karbon,” ujar Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly.

Proyek pertama adalah Indonesia Sumatra Pumped Storage yang berlokasi di wilayah Simalungun, Sumatra Utara. Sementara, proyek kedua adalah Indonesia Grindulu Pumped Storage yang akan dibangun di Pacitan, Jawa Timur.

Executive Vice President Keuangan Korporat PLN Maya Rani Puspita memberikan apresiasi atas dukungan pembiayaan tersebut. Ia menyatakan kolaborasi ini mempercepat integrasi energi terbarukan dalam skala besar di sistem kelistrikan.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat. Proyek pumped storage akan memperkuat fleksibilitas sistem kelistrikan nasional sekaligus mendukung integrasi energi terbarukan dalam skala besar,” ujar Maya.

Uni Eropa bersama KfW memberikan bantuan teknis berupa penyusunan studi kelayakan untuk kedua proyek pembangkit. Dukungan pendanaan untuk persiapan proyek itu diperkirakan mencapai nilai total sekitar 6 juta euro.

“Melalui inisiatif Global Gateway, Uni Eropa berkomitmen membantu Indonesia mengembangkan sistem tenaga listrik yang modern, tangguh, dan rendah emisi. Pumped storage merupakan elemen penting untuk menyeimbangkan sistem tenaga listrik berbasis energi terbarukan,” ujar Perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia Jerome Pons.

Direktur Pembiayaan Publik PT SMI Faris Pranawa mengatakan kolaborasi ini mencerminkan sinergi kuat antarlembaga. Menurut Faris, sinergi itu ditujukan untuk mempercepat proyek transisi energi di seluruh wilayah Indonesia.

“PT SMI siap berperan sebagai katalis pembiayaan hijau untuk memastikan proyek pumped storage dapat berjalan berkelanjutan. Sinergi antara PLN, SMI, Uni Eropa, dan KfW menjadi contoh nyata kolaborasi global untuk masa depan energi Indonesia,” ucap Faris.

Kolaborasi antara seluruh pihak ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan pada acara COP28 di Dubai. Implementasi ini menjadi wujud komitmen para mitra dalam mendukung pengendalian perubahan iklim secara global.****

Pos terkait