Fajarasia.id – Gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang di Sumatera kini menjadi sorotan. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa kayu-kayu tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak bencana untuk membangun kembali rumah, pagar, hingga jembatan.
Dukungan serupa datang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan. Ia menilai langkah ini tepat karena kayu-kayu tersebut tidak memiliki pemilik.
“Kita sangat setuju karena sejak awal sudah mengusulkan agar kayu-kayu itu dihibahkan untuk masyarakat korban bencana membangun kembali rumah dan kampungnya,” ujar Daniel, Minggu (11/1/2026).
Daniel menekankan bahwa dalam kondisi darurat, masyarakat membutuhkan tempat berlindung, bukan komoditas dagang. Ia menolak jika kayu tersebut dialihkan untuk kepentingan komersial.
“Apalagi sampai saat ini tidak ada yang mengklaim kepemilikan kayu. Jadi pemanfaatan oleh masyarakat tidak jadi masalah,” tambah Ketua DPP PKB itu.
Meski mendukung, Daniel meminta pemerintah menyiapkan mekanisme yang jelas dan transparan agar tidak terjadi rebutan atau penyalahgunaan. Ia juga menekankan perlunya pengawalan aparat di lapangan.
“Agar penggunaan kayu dimanfaatkan secara optimal, tidak terjadi keributan, dan hunian bisa dibangun lebih teratur,” jelasnya.
Sebelumnya, Tito Karnavian menegaskan bahwa kayu hasil bencana hanya boleh digunakan untuk kepentingan warga. Ia melarang keras perusahaan komersial mengambil kayu tersebut untuk dijual kembali.
“Koordinasi dengan Menteri Kehutanan sudah jelas: kayu itu silakan dipakai warga untuk membangun rumah, pagar, atau jembatan. Tapi tidak boleh diambil perusahaan untuk tujuan komersial,” tegas Tito di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).





