Perubahan Iklim Sebabkan Turbulensi Meningkat

Perubahan Iklim Sebabkan Turbulensi Meningkat

Fajarasia.id – Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG, Achdi Subarkah Raharjo mengatakan, perubahan iklim dapat dikaitkan denga turbelensi pada penerbangan. Menurutnya, fenomena perubahan iklim dan pembentukan awan, sudah banyak dirilis oleh pakar.

“Hubungan perubahan iklim dengan perubahan kondisi awan, kondisi sekarang makin sering intens. Ada peningkatan 1,5 kejadian dari sebelumnya,” kata Achdi dalam perbincangan bersama pada, Kamis (23/5/2024).

Dia mengatakan, perubahan iklim mengakibatkan penguapan lebih cepat pada laut, sungai, dan danau. Kemudian dari penguapan tersebut, membentuk awan sehingga suhu menjadi hangat mempercepat pembentukan awan.

Perubahan iklim juga mengakibatkan terjadi peralihan jenis awan seperti awan cumulonimbus. Perubahan iklim juga mengakibatkan perubahan pola curah hujan, sehingga ada daerah diguyur hujan dengan intensitas tinggi atau sebaliknya.

Dalam insiden turbulensi parah pada penerbangan Singapore Airlines SQ321, terjadi kala pesawat berada di langit Myanmar. Saat kejadian, ada pembentukan awan yang massif bahkan ada penumpang menyebut terdapat awan tebal.

Pesawat terjun dari ketinggian 37.000 kaki ke 6.000 kaki dalam waktu empat menit. “Saat kejadian , awan terbentuk massif dan besar, dengan ketinggian diatas 10 kilo meter, biasanya kalau musim hujan dibawah 10 kilo meter,” ujarnya.***

Pos terkait