Penjualan Mobil RI Lesu, Bos Gaikindo Bongkar Akar Masalah

Penjualan Mobil RI Lesu, Bos Gaikindo Bongkar Akar Masalah

Fajarasia.id  – Pasar otomotif Tanah Air tengah menghadapi tantangan berat. Penjualan mobil di tahun 2025 diperkirakan tak mampu menembus angka 800 ribu unit. Angka ini jauh di bawah harapan, dan disebut sebagai imbas dari berbagai tekanan yang datang bersamaan.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, mengungkapkan bahwa pelemahan pasar bukanlah fenomena tunggal. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang saling berkaitan dan memperparah kondisi penjualan.

Ekonomi Melemah, Daya Beli Turun Putu menegaskan, faktor paling mendasar adalah kondisi ekonomi. Ketika daya beli masyarakat menurun, otomatis keputusan membeli kendaraan baru ikut tertahan.

“Kalau nanya faktor utamanya, itu memang banyak sekali. Yang pertama itu mungkin keadaan ekonomi,” ujar Putu kepada redaksi, Minggu (4/1/2026).

Pembiayaan Jadi Penekan Utama Selain ekonomi, pembiayaan juga disebut sebagai masalah besar. Struktur pasar otomotif Indonesia yang sangat bergantung pada kredit membuat sektor ini sensitif terhadap perubahan kebijakan maupun kondisi lembaga pembiayaan.

“Tujuh puluh persen lebih kendaraan bermotor itu kredit. Kalau pembiayaan ada permasalahan atau kurang kondusif, dampaknya besar sekali,” jelasnya.

Opsen Pajak Tambah Beban Konsumen Tekanan lain datang dari kebijakan daerah, khususnya implementasi opsen pajak. Kebijakan ini membuat harga mobil semakin tinggi karena pajak yang ditanggung masyarakat bertambah hingga jutaan rupiah.

“Yang juga sedikit mengkhawatirkan adalah implementasi opsen di daerah,” kata Putu.

Masalah Kendaraan Impor Tak hanya faktor makro, Putu juga menyoroti persoalan teknis di lapangan. Ia menilai masuknya kendaraan impor yang tidak mengikuti aturan homologasi turut mengganggu ekosistem industri.

“Ada beberapa impor kendaraan truk yang tidak pakai homologasi, padahal seharusnya wajib,” tegasnya.

 

Pos terkait