Fajarasia.id – Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai moda tradisional becak kayuh sudah tidak relevan dengan perkembangan transportasi perkotaan modern. Menurutnya, penggunaan tenaga manusia sebagai penggerak utama tidak lagi sejalan dengan prinsip martabat manusia di era digital.
“Kalau becak listrik mungkin masih relevan. Tapi becak dikayuh manusia sudah tidak relevan lagi karena tidak menghormati martabat manusia,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Deddy menekankan, pola mobilitas masyarakat kini dipengaruhi teknologi digital dengan dominasi ojek online dan bajaj. Becak dianggap lambat, tidak bisa dipesan daring, dan berpotensi menambah kemacetan.
Selain itu, becak masih dilarang beroperasi di wilayah DKI Jakarta berdasarkan Pergub DKI. Kebijakan ini dibuat untuk menata transportasi kota agar lebih tertib, aman, dan terintegrasi.
Meski demikian, realitas di lapangan menunjukkan becak masih bertahan di kawasan tertentu seperti Pasar Senen. Sejumlah pengemudi becak berusia lanjut tetap menggantungkan hidup dari moda tradisional ini, sementara sebagian warga masih memanfaatkannya untuk membawa barang belanjaan dalam jumlah besar.****





