Fajarasia.id – Pakistan dilaporkan mengirimkan ribuan pasukan dan sejumlah persenjataan ke Arab Saudi, menyusul pakta pertahanan rahasia yang ditandatangani kedua negara tahun lalu. Menurut sumber pemerintahan yang dikutip Reuters pada Minggu (24/5/2026), sekitar 8.000 tentara, satu skuadron jet tempur JF-17, serta dua skuadron sistem pertahanan udara HQ-0 buatan China telah tiba di wilayah Saudi.
Seluruh persenjataan itu dioperasikan langsung oleh militer Pakistan, sementara biaya pengiriman ditanggung Arab Saudi. Dokumen rahasia menyebutkan jumlah pasukan bisa bertambah hingga 80.000 orang bila situasi memburuk, termasuk kemungkinan pengerahan kapal perang.
Langkah ini dipicu serangan udara Iran awal April lalu yang menghantam infrastruktur energi utama Saudi dan menewaskan satu warga negara. Riyadh kemudian melancarkan serangan balasan rahasia ke wilayah Iran.
Selain pengerahan militer, Pakistan juga berperan sebagai mediator utama dalam konflik Iran, bahkan sempat menengahi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Teheran. Kesepakatan pertahanan rahasia disebut menempatkan Arab Saudi di bawah “payung nuklir” Pakistan, memperkuat posisi kedua negara di tengah ketegangan kawasan.***




