Fajarasia.id – Anggota DPR RI Muslim Ayub kembali turun langsung membantu warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam penyaluran bantuan tahap kedua, ia menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak pascabencana bukan hanya logistik, melainkan hunian sementara (huntara) yang layak bagi para pengungsi.
“Bantuan logistik sifatnya sementara. Yang jauh lebih penting adalah rumah sementara atau barak pengungsian agar masyarakat bisa hidup lebih manusiawi, terutama anak-anak, lansia, dan perempuan,” ujar Muslim Ayub, Selasa (23/12/2025).
Bantuan yang dibawa menggunakan dua truk berisi kebutuhan dasar, mulai dari popok bayi, beras, minyak goreng, mi instan, pakaian, jilbab, kasur, perlengkapan kebersihan bayi, hingga makanan siap saji seperti sarden dan kornet. Sebagian bantuan lebih dulu disalurkan ke Desa Simpur dan Desa Rumah Bundar.
Meski bantuan logistik terus digulirkan, Muslim Ayub menekankan bahwa Ramadan semakin dekat. Tanpa hunian yang layak, para pengungsi akan kesulitan menjalankan ibadah dengan khusyuk.
“Ramadan sudah di depan mata. Kalau tidak ada hunian sementara, penderitaan korban bisa semakin panjang,” tegas politisi NasDem itu.
Kepala BPBD Aceh Tenggara, Hasbi, mengakui kebutuhan huntara menjadi prioritas penanganan pascabencana. Ia menegaskan pihaknya mendorong solusi tempat tinggal sementara agar pengungsi tidak terlalu lama bertahan di posko darurat.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S.I.K., juga memastikan aparat kepolisian terus mengawal distribusi bantuan dan menjaga keamanan di lokasi pengungsian.
Sebagai bentuk kepedulian, Muslim Ayub bahkan menginap di posko pengungsian untuk melihat langsung kondisi warga. Ia didampingi Kepala BPBD Aceh Tenggara Hasbi, Kapolres AKBP Yulhendri, serta Anggota DPRK Aceh Tenggara Fraksi NasDem, Kamirun Munthe. Bantuan disalurkan di Desa Kati Paket, Desa Kute Lawe Penanggalan, dan Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe.





