Fajarasia.id — Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak seharusnya dipandang sebagai pesaing Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Menurutnya, peran KBIHU justru penting dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.
“Kita memahami ini masa transisi. Kementerian baru punya semangat menata haji secara tertib. Jangan sampai kelompok masyarakat yang sudah berjasa sejak dulu dianggap kompetitor,” ujar Cucun di Makkah, Minggu (31/5/2026).
Ia menilai KBIHU selama ini berkontribusi besar dalam memberikan edukasi dan pembinaan calon jemaah haji, bahkan bertahun-tahun sebelum keberangkatan. “Mereka memberikan ilmu pengetahuan dan manasik haji sejak jauh hari. Kehadiran KBIHU sangat besar manfaatnya bagi negara,” katanya.
Cucun mengingatkan, penyelenggaraan haji Indonesia melibatkan lebih dari 200 ribu jemaah setiap tahun sehingga membutuhkan dukungan banyak pihak. Ia menolak jika KBIHU dijadikan kambing hitam atas berbagai persoalan yang muncul, seperti isu jemaah lansia, pungutan, hingga polemik dam dan badal haji.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi Kemenhaj atas pelaksanaan haji perdana tahun ini yang dinilai berjalan baik berkat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Alhamdulillah, komunikasi dan pengawasan berjalan baik. Semua pihak berkontribusi,” tutupnya.***





