Fajarasia.co – Kinerja tim Indonesia dalam mendorong isu tata kelola data pada forum internasional sudah maksimal. Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.
“Data mempunyai nilai ekonomi begitu tinggi, yang katanya sekarang adalah data menjadi barang berharga. Karena data berkaitan dengan geostrategis, geopolitik dan kedaulatan suatu bangsa sehingga begitu pentingnya ini dilakukan,” kata Johnny saat acara Evaluasi Kegiatan DEWG-DEMM G20 dan Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Dewan ITU Periode 2023-2026, Selasa (1/11/2022).
Kementerian Kominfo menjadi pengampu Digital Economy Working Group (DEWG), bagian dari Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia. Beberapa waktu lalu Kementerian Kominfo juga menghadiri forum International Telecommunication Union (ITU) di Eropa.
Kementerian Kominfo menyiapkan tiga isu prioritas pada DEWG, yaitu konektivitas dan pemulihan pascapandemi Covid-19. Serta keterampilan dan literasi digital, dan arus data lintas batas negara.
“Kementerian Kominfo berupaya memperjuangkan isu prioritas ketiga dalam DEWG secara internasional. Hal itu karena Indonesia perlu memiliki preposisi dan isu mengenai data merupakan salah satu yang penting untuk dibahas saat ini,” ujarnya.
Untuk itu, Indonesia menawarkan empat prinsip pada isu arus data lintas batas negara. Seperti keabsahan hukum, transparansi, timbal balik, dan keadilan.
Sementara itu, ucap Johnny, Indonesia terus menekankan empat prinsip dasar yang harus diperjuangkan dan menjadi preposisi di Forum G20. Khususnya terhadap Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Korea, dan India.
“Saya berterima kasih bahwa itu berjalan dengan baik. Saya kira kita perlu memberikan apresiasi dan ucapan selamat,” katanya.****





