Fajarasia.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu unggulan Presiden Prabowo Subianto, kembali menjadi sorotan media internasional. Reuters melaporkan pemerintah tengah mempertimbangkan pemangkasan anggaran hingga Rp40–50 triliun dari total Rp268 triliun.
Pemangkasan ini disebut sebagai indikasi meningkatnya tekanan fiskal dan tantangan tata kelola program. Selain anggaran, jumlah penerima manfaat berpotensi dikurangi dari 62,5 juta menjadi 49 juta orang melalui pengetatan kriteria sosial dan ekonomi.
Menurut laporan, pemerintah juga berencana menghentikan sementara pembangunan lebih dari 13.000 dapur baru setelah evaluasi menemukan sejumlah inefisiensi. Kajian internal menyebut perlunya desain ulang sistem, termasuk kemungkinan mengadopsi model dapur berbasis sekolah seperti di Jepang dan China.
Kementerian Keuangan menyatakan masih menunggu rencana penajaman anggaran dari Badan Gizi Nasional sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Keputusan final terkait besaran efisiensi diperkirakan akan dibahas dalam beberapa pekan mendatang.
Sorotan terhadap program MBG semakin menguat setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dicopot dan ditangkap atas dugaan salah kelola serta korupsi. Kasus tersebut disebut membuka fakta adanya pengeluaran yang tidak perlu dalam program.****





