Masuki Tahapan Negosiasi ke-16, BKSAP-Parlemen Eropa Percepat Penyelesaian IEU-CEPA

Masuki Tahapan Negosiasi ke-16, BKSAP-Parlemen Eropa Percepat Penyelesaian IEU-CEPA

Fajarasia.id – Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menyatakan pertemuan dengan Director of the European Parliament in ASEAN Antoine Ripoll sebagai momentum untuk menggalang upaya mempercepat proses negosiasi dan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-UE atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Hal itu disampaikan Putu saat diwawancarai Parlementaria usai menerima kunjungan kehormatan Director of the European Parliament in ASEAN Antoine Ripoll yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan BKSAP, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (4/12/2023).

“Nah, isu utama yang memang saya selalu ingin kawal adalah isu mengenai hubungan Comprehensive Economic Partnership Agreement atau CEPA, kerja sama ekonomi secara komprehensif antara Uni Eropa dengan Indonesia. Ini sudah pembahasannya 7 tahun sudah dilakukan (atau sudah) 15th round of negotiation ini. (Beberapa) minggu (terakhir) ini dibahas negosiasi yang ke-16,” ujar Putu.

“Tentunya kita berharap kita bisa bersama membuat sebuah legacy yang baik untuk bisa mewujudkan secara komprehensif economy partnership agreement ini dengan kehadiran Mister Antoine (Ripoll) ini. Kita ingin memastikan bahwa kedua parlemen sebetulnya sudah siap dan sangat ingin agar IEU-CEPA ini segera dirakit,” sambung Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Parlemen Indonesia-Uni Eropa sedang dalam proses membangun blok perdagangan signifikan yang akan melayani lebih dari 600 juta penduduk kedua belah pihak

Dengan perjanjian itu, ungkap Putu, Parlemen Indonesia-Uni Eropa sedang dalam proses membangun blok perdagangan signifikan yang akan melayani lebih dari 600 juta penduduk kedua belah pihak dan akan meningkatkan perdagangan dua arah. Sebagaimana disebutkan juga dalam Pertemuan Dialog EP-AIPA, Indonesia sangat berkomitmen untuk menggenjot dan fokus pada hilirisasi pengolahan dan industri.

Putu yang juga Anggota Komisi VI DPR RI ini menyakini komitmen Parlemen Indonesia disambut baik oleh Uni Eropa (UE). Mengingat, tandas Putu, komitmen tersebut akan mengembangkan perekonomian sejalan dengan SDGs Nomor 8 tentang pertumbuhan ekonomi.

Daripada menjadikan hal ini sebagai isu atau perselisihan, Putu mengusulkan hal tersebut seharusnya menjadi peluang untuk berkolaborasi termasuk investasi. Oleh karena itu, Putu berpandangan rencana Penegakan Peraturan UE mengenai pembatasan ekspor bijih nikel (nickel ore) Indonesia tidak boleh menjadi pembahasan di UE.

“(Terkait) nickel ore kita, bahwa selama ini ada enforcement regulation dan Parlemen menolak itu diimplementasikan. Tentu kita sangat berbangga dan juga akhirnya Komisi Eropa juga Parlemen Uni Eropa ini menolak komisi Eropa yang ingin menerapkan new ER ini atau enforcement regulation untuk nickel ore kita, karena kita kalah kemarin dalam WTO,” puji Putu.

Pada prinsipnya, Putu ingin mendorong agar investasi yang ada di Indonesia yang berasal dari Parlemen Eropa agar memberi nilai tambah. “Sehingga nickel ore ini menjadi produk jadi dan mereka melakukan investasi di sini dan akhirnya memberikan manfaat atau nilai tambah kepada Indonesia yang pada intinya akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya,” pungkas Putu.

Diketahui, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (Dirjen Amerop) Kementerian Luar Negeri Umar Hadi sebelumnya menuturkan bahwa Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah menuju putaran ke-16 yang berlangsung pada November 2023.

Adapun perundingan IEU-CEPA sudah berjalan 16 putaran ke-16 yang telah berlangsung di Brussels, Belgia. Diketahui juga bahwa dari 21 working group, sebanyak 7 telah selesai.****

Pos terkait