Maraknya Lowongan Kerja Palsu di Media Sosial, PMI Jadi Sasaran

Maraknya Lowongan Kerja Palsu di Media Sosial, PMI Jadi Sasaran

Fajarasia.id  – Penipuan berkedok lowongan kerja di media sosial semakin marak dan banyak menjerat calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Tawaran gaji tinggi kerap dijadikan umpan untuk menarik minat pencari kerja yang tengah membutuhkan peluang.

Senior Manager Migrant Care, Mulyadi, mengungkapkan fenomena ini merupakan bentuk penyalahgunaan teknologi digital. Ia menyebut sejumlah platform populer seperti Instagram, Telegram, dan Facebook sering digunakan sebagai sarana penipuan.

“Negara tujuan yang paling banyak disasar antara lain Kamboja, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, modus serupa juga muncul di Eropa, termasuk Turki dan Yunani,” jelas Mulyadi dalam perbincangan di Pro 3 RRI.

Pengamat media sosial Enda Nasution menilai biaya rendah dan kemudahan membuat penipuan jenis ini cepat menyebar. “Risikonya kecil, paling akun hanya dilaporkan jika ketahuan,” ujarnya.

Menurut Enda, algoritma media sosial turut berperan memperluas jangkauan konten palsu. Semakin banyak orang yang tertarik, semakin sering konten tersebut muncul di linimasa pengguna.

Enda mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan tawaran kerja daring, terutama yang menjanjikan gaji besar tanpa proses seleksi jelas. Ia juga menekankan perlunya kerja sama pemerintah dengan platform digital untuk menutup akun-akun yang terbukti melakukan penipuan.

Dengan meningkatnya kasus penipuan ini, para pencari kerja diimbau lebih kritis dan berhati-hati sebelum menerima tawaran kerja, terutama yang berasal dari media sosial.

Pos terkait