Mantan NII Mengaku Dapat Aliran Dana dari Hasil Merampok hingga dan Donatur

Mantan NII Mengaku Dapat Aliran Dana dari Hasil Merampok hingga dan Donatur

Fajarasia.co – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan mengungkap aliran dana yang dikumpulkan Organisasi Masyarakat (Ormas) NII. Salah satunya, dengan cara merampok atau mengambil barang orang lain.

Mantan anggota NII sejak tahun 2000 hingga tahun 2003 silam ini mengatakan, adanya cara merampas dari orang lain diibaratkan layaknya Indonesia sedang berada dalam kondisi perang dan belum merdeka. Sehingga, diperbolehkan mengambil barang orang lain yang bukan dari kelompoknya.

“Di kelompok NII memang melakukan penggalangan dana. Kita dulu menggunakan fai atau mengambil harta orang lain. Itu diperbolehkan. Karena hari ini adalah kondisi perang,” ujar Ken dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).

Dalam melancarkan aksinya, kata Ken, ada anggota NII sampai melakukan pemalsuan kartu tanda penduduk (KTP) dan ijazah. Kemudian, pihaknya menyalurkan Asisten Rumah Tangga (ART) ke tempat-tempat elit di Jakarta.

“Satu hari saat majikan pergi, anaknya sekolah, kita datang bawa mobil dan ambil hartanya tersebut. Itu boleh diambil,” jelasnya.

Kendati demikian, seiring berjalannya waktu, modus tersebut kerap bermasalah dengan pihak aparat kepolisian. Sehingga, NII mencari cara lain dengan menggalang dana diantaranya membuat yayasan hingga membuka donasi masjid dan bencana alam.

“Modus itu dianggap berisiko, lalu mereka membuat yayasan yatim piatu, dhuafa, donasi cinta masjid hingga donasi jika terjadi bencana. Mereka aktif sekali menggunakan kegiatan sosial untuk mencari dana,” paparnya.

“Ini mencoreng nama orang yang asli mencari dana. Konsep ini juga digunakan JI dan tersebar di tempat makan hingga ibadah. Ini mencoreng nama pendana sosial,” pungkasnya.****

Pos terkait